Lingga, Lendoot.com – Kabupaten Lingga merupakan negeri yang dijuluki dengan bunda tanah Melayu yang indentik dengan Islam. Ke-Islaman yang ramah tamah di antara sesama menambah kehangatan ukhuwah islamiah saling menjalani tali silaturahmi.

Demikian diungkapkan Ketua Pengurus masjid Al-Jihad, Nadar saat mengadakan Jumat berbagi untuk para jemaah yang selesai melaksanakan shalat Jumat.

Kegiatan Jumat Berbagi ini merupakan pertama kali yang diadakan masjid yang berada di Kampung Tande Hilir, Kelurahan Daik. Sebelumnya masjid ini hanya merupakan sebuah musholla, namun dengan ridho Allah SWT, kini statusnya menjadi masjid.

Nadar menceritakan, ide berbagi untuk bersama ketika dirinya melihat di tanah suci Mekah dan Madinah beberapa waktu lalu.

Ketika selesai shalat Jumat para jemaah disuguhkan jamuan oleh pengurus Masjidil Haram, baik itu snack maupun makanan berat.

“Dan itu sangat baik sekali ketika diterapkan,” katanya kepada mediakepri.co.id

Selain itu, katanya, di Jumat yang berkah sangat dianjurkan sekali bagi seseorang yang memiliki kelebihan rejeki untuk berbagi. Sebelumnya, Jumat lalu, pengurus menyediakan minuman hangat teh susu. Untuk kali ini, tambahnya, hanya makanan ringan, yakni nasi lemak dikenal khas dengan nama nasi dagang.

Lebih jauh disebutkannya, makanan yang disajikan ini adalah makanan yang cukup familiar di kalangan masyarakat Melayu, selain praktis juga mudah dibawa pulang untuk dimakan di rumah.

Untuk ke depan, katanya, kegiatan ini akan terus dilakukan dengan menu makanan yang berbeda. Bahkan dirinya sebagai pengurus, memberikan ruang kepada umat yang memiliki kelebihan rejeki ingin bersedekah, tinggal serahkan ke pengurus Masjid Al-Jihad.

Sementara itu, anggota Polsek Daik Lingga, Brigadir Novi Chandra bersama anggota lainnya dengan agenda Jumat keliling, sangat menyambut baik sekali dengan kegiatan yang dilakukan. Dia menilai kegiatan ini merupakan hal yang sangat Positif.

“Dengan kegiatan ini bisa saling mengenal diantara jemaah. Dan hal ini juga dapat meringankan beban untuk para jemaah yang rumahnya jauh alias musafir,” ujarnya (kmg)