Karimun, Lendoot.com – PT Timah Tbk berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat terdampak di seluruh wilayah operasinya. Komitmen itu akan disalurkan melalui program-program Corporate Sosial Responsibility (CSR) perusahaan tambang milik BUMN itu.

Kepala Coorporate Communication PT Timah Tbk Anggi Siahaan mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk mensejahterakan masyarakat terdampak di wilayah operasi PT Timah, khususnya di Kabupaten Karimun.

“Ini komitmen kita dengan mensejahterakan masyarakat melalui Dana CSR yang ada di perusahaan,” kata Anggi Siahaan dalam rilisnya ke Lendoot.com, Senin (9/12/2019).

Ia menyebutkan, salah satu program CSR disebutkannya itu dapat disalurkan melalui program pendidikam gratis bagi siswa berprestasi dari keluarga tidak mampu.

“Salah satunya melalui program pendidikan dari CSR kita. Dari tahun 2017 hingga 2019 tercatat sebanyak 11 siswa dari Karimun yang sedang mengikuti program sekolah beasiswa unggulan di SMA Negeri I Pemali Bangka,” ujarnya.

Saat ini, sebelas siswa ini duduk di bangku Kelas X, XI dan XII.

Sebelum Kapal Isap Produksi (KIP) PT Timah Tbk beroperasi di Blok DU 747 D, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, masyarakat di Desa Pelambung sudah merasakan manfaat dari program-program CSR PT Timah Tbk.

Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan Terpadu Kabupaten Karimun (NTKK) Desa Pelambung, Ismail. PT Timah telah banyak memberikan membantu segala kegiatan-kegiatan di desanya.

“Kalau ada kegiatan di desa, kita selalu dibantu PT Timah,” kata Ketua KUB NTKK Desa Pelambung Ismail.

Ismail mengatakan, daerah operasi KIP PT Timah Tbk memang berdekatan dengan zona tangkap nelayan khususnya Udang. Namun menurutnya masih ada zona tangkap lain selain di lokasi tersebut.

“Kalau zona tangkap udang, masih ada lokasi lain,“ kata Ismail.

Ismail juga menilai yang terpenting bagi nelayan adalah bisa mendapatkan penghasilan. Bisa dengan berbagai cara, misalnya memberi bantuan agar nelayan bisa menangkap ikan Tenggiri.

Menurut Ismail, jaring Tenggiri memang lebih mahal dari jaring Udang, namun jaring Tenggiri tahan sampai tiga tahun.

“Harganya berkisar Rp30 juta. Mahal, tapi PT Timah bisa bertahap memberikan bantuannya, “ kata Ismail.

Sementara itu, Ketua NTKK Kabupaten Karimun, Azizman mengatakan, bicara PT Timah sebagai BUMN bicara kebutuhan hidup orang banyak, bukan hanya untuk masyarakat di Kabupaten karimun tapi untuk kepentingan negara.

Menurut Aziz, itulah alasan ia dan seluruh anggota NTKK di Kecamatan Tebing sepakat mendukung operasional PT Timah Tbk di blok DU 747 D, Kecamatan Tebing.

“Kami berharap pendidikan anak-anak nelayan menjadi lebih baik dengan adanya PT Timah, kalau pun jadi nelayan tapi nelayan berdasi,” kata Aziz. (ricky robiansyah)