Karimun, Lendoot.com – Kepala Staf Kepresidenan Dr. H. Moeldoko bersama rombongan melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Karimun, Sabtu (8/8/2020).

Dalam kunjungannya, Moeldoko beserta rombongan dengan didampingi Bupati dan FKPD Karimun mengunjungi beberapa proyek investasi strategis yang ada di Kabupaten Karimun.

Moeldoko tampak meninjau Bandara Raja Haji Abudullah (RHA) yang berada di Sei Bati Kelurahan Pamak Kecamatan Tebing. Kemudian, ia mengunjungi PT. Karimun Goldcoast melihat kawasan rencana Pelabuhan yang akan dibangun.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan, strategi pemerintah dalam menangani Covid-19 ada 3 garis besar yakni, berusaha memaksimalkan agar masyarakat betul-betul bisa diselamatkan dari konflik.

Kemudian, pendekatan kesehatan masyarakat harus tetap bisa makan dan masyarakat bisa tetap berusaha khususnya UMKM dan koperasi tidak ada yang melakukan PHK.

“Menangani Covid-19 ini, pemerintah memiliki tiga kebijakan, memaksimalkan keadaan. Masyarakat harus tetap bisa makan, untuk itu berbagai kebijakan.

“Baik pengaman sosial berupa bantuan sosial oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah termasuk juga ada realokasi dan difokuskan untuk anggaran pembangunan, bisa jadi anggaran desa yang digelontorkan.

“Yang ketiga agar masyarakat bisa tetap berusaha khususnya UMKM dan koperasi tidak ada yang melakukan PHK, untuk itu berbagai insentif dan stimulus diberikan pemerintah,” katanya.

Moeldoko menjelaskan, anggaran yang digelontorkan untuk menangani tiga hal tersebut sebesar Rp 695,2 triliun yang akan mempengaruhi program-program saat ini yang telah berjalan.

“Anggaran yang sangat besar pasti ya refocusing, ini realokasi akan mempengaruhi program-program sekarang ini semua negara pertumbuhan global itu turun luar biasa.

“Pertumbuhan sebuah daerah itu bisa terjadi apabila iklim investasi bisa berjalan dengan baik, pemerintah juga telah menyiapkan berbagai upaya agar investasi bisa berjalan dengan baik beberapa pendekatan yaitu memberikan izin secepat-cepatnya pembangunan usaha,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, Kabupaten Karimun adalah zona hijau. Dimasa Pandemi Covid-19, Pemkab Karimun bersama TNI-Polri telah melakukan langkah-langkah Kabupaten Tangguh seperti Kampung/Desa, Kantor, Tempat Ibadah, Industri, Ketahanan pangan, Peternakan.

“Kabupaten Karimun l siap dan tangguh untuk menghadapi Covid-19. Kabupaten Karimun adalah pulau terluar yang memerlukan dukungan terhadap pengembangan Infrastruktur percepatan pembangunan industri agar cepat terwujud antara lain pengembangan Bandara, Pelabuhan Malarko, Pelabuhan baru oleh PT. Goldcoast, Induatri baru PT. GRM dan di Pulau Asam,” ujarnya.

Rafiq menambahkan, sebagai kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas di kawasan industri ini, orang nomor satu di Bumi Berazam itu memohon dukungan kepada Moeldoko untuk perluasan sepertiga Pulau Karimun.

“Sebagai kawasan perdagangan dan Pelabuhan bebas di kawasan industri ini, sedang mengusulkan dan mohon dukungan dari bapak Kepala Staf Kepresidenan untuk perluasan sepertiga Pulau Karimun dan sekarang sudah bisa menyeluruh untuk dijadikan kawasan perdagangan dan Pelabuhan bebas. Untuk payung hukum organisasinya dan penguatan tentang kelembagaan peraturannya belum turun,” tambahnya. (rnd)