Para guru berpose bersama Aunur Rafiq saat akan mengikuti Seminar How To Be A Great Teacher yang ditaja salah satu BUMN di Karimun, beberapa waktu lalu. (ist)

Karimun, Lendoot. Com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dikabarkan akan memberikan Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi tenaga pendidik dan kependidikan Non-PNS atau honorer di seluruh Indonesia.

Tak terkecuali guru honor di Kabupaten Karimun. Bantuan itu diberikan Kemendikbud RI untuk membantu guru honorer yang tidak terdaftar di dalam penerima bantuan BPJS Ketenagakerjaan, maupun bantuan lainnya.

BSU ini merupakan bentuk apresiasi dan juga keprihatinan pemerintah untuk semua jasa guru-guru non-PNS di tengah krisis ekonomi dan kesehatan akibat pandemi Covid-19.

Besar bantuan dikabarkan sebesar Rp 1,8 juta yang akan dibagikan satu kali secara bertahap hingga akhir tahun 2020.

Kepala Dinas Pendidikan Karimun Bakri Hasyim dikonfirmasi membenarkan kabar tersebut. Menurutnya, untuk di Kabupaten Karimun, saat ini pendataan masih berproses terhadap guru-guru yang memenuhi syarat untuk menerima bantuan.

“Sekarang lagi kita data. Sekarang kita belum tahu berapa jumlah guru di Karimun yang memenuhi persyaratan untuk mendapatkannya,” kata Bakri, Rabu (18/11/2020).

Ia mengatakan, bantuan itu akan menyasar kepada guru-guru honorer yang belum mendapatkan bantuan BLT BPJS Ketenagakerjaan.

“Jadi kita harus mendata dulu, sekarang masih kita pelajari teknisnya. Apabila guru yang telah mendapatkan bantuan itu tidak bisa lagi mendapat bantuan ini,” katanya.

Bantuan secara terpusat itu akan menyasar sedikitnya 2.034.732 orang tenaga pendidik dan kependidikan antara lain terdiri dari 1,6 juta guru dan pendidik, 162.277 dosen dan 237.623 tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium dan tenaga administrasi. (rko)