Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rachmadi saat diwawancarai belum lama ini
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rachmadi saat diwawancarai belum lama ini (ian)

Karimun, Lendoot.com – Kasus Tuberculosis Kebal Obat atau Multi Drug Resistant Tuberculosis (MDR-TB) di Kabupaten Karimun mengalami peningkatan.

MDR- TB merupakan bentuk lanjutan dari penyakit tuberkulosis (TB) yang lebih berbahaya karena sulit disembuhkan. Penyebabnya adalah karena bakteri penyakit bermutasi membangun kekebalan terhadap obat.

Kepala Dinas kesehatan Karimun Rachmadi mengatakan, angka penemuan kasus Tubercolosis Kebal Obat dari tahun ke tahun memang mengalami peningkatan secara jumlah.

“Memang mengalami peningkatan. Akan tetapi, peningkatan itu terjadi, karena saat ini Kabupaten Karimun memang memiliki alat pendeteksi, sehingga semakin sering kita turun ke lapangan, semakin banyak kasus yang ditemukan,” kata Rachmadi ditemui beberapa waktu lalu di RSUD Muhammad Sani.

Ia menjelaskan, sebelum memiliki alat pendeteksi TB Kebal Obat, pihaknya kesulitan untuk mendeteksi, sehingga penemuan kasus itupun jarang ditemukan.

“Kalau sebelumnya kita harus mengirimkan sampel ke Batam dan Jakarta untuk mendeteksinya, sehingga sedikit sulit. Namun dua tahun lalu, kita sudah memiliki alat dan setiap penderita diduga TB akan dijaring sebanyak- banyaknya untuk dideteksi,” kata Rachmadi.

Menurutnya, peningkatan kasus TB Kebal Obat yang terjadi tidak terlalu signifikan. Adanya peningkatan kasus menurutnya karena pihaknya semakin banyak melakukan pemeriksaan.

“Program TB itu mengharuskan kita untuk mencari sebanyak- banyaknya,” katanya.

Terkait jumlah penemuan kasus TB Kebal Obat itu, Rachmadi belum dapat menyebutkan angka yang signifikan, menurutnya pada tahun 2019 itu ada puluhan kasus yang ditemukan di Karimun.

“Untuk data saya lupa, kita perlu kroscek dulu. Namun ada belasan kasus, sementara untuk TB biasa mencapai ratusan,” ujarnya. (rk)