Karimun, Lendoot.com – Masyarakat di wilayah Pulau Kundur dan Karimun kini telah memiliki tol laut. Ini berupa fasilitas penyeberangan kapal Roll On-Roll Off (Roro) KMP Kakap, dengan rute pelayaran dari Pelabuhan Parit Rampak-Meral menuju Pulau Kundur.

Pengoperasian tol laut ditandai dengan peresmian rute pelayaran perdana KMP Kakap Bupati Karimun Aunur Rafiq dan Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim, Jumat pagi (5/4/2019) di Pelabuhan Roro Parit Rampak. Dengan dilanjutkan mencoba pelayaran perdana langsung menuju pelabuhan Roro Selat Beliah.

Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, setelah sekian tahun pelayaran kapal Roro dari Parit Rampak ke Selat Beliah ini dilakukan, Pemerintah Daerah melihat bahwa dari jadwal semula hanya dua kali seminggu ternyata tidak cukup. Sangat terlihat intensitas atau volume kegiatan masyarakat Pulau Kundur ke Karimun maupun sebaliknya cukup tinggi.

“Maka dari itu kita berupaya bersama pihak Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Batam untuk menambah jadwal pelayaran, dan hari ini alhamdulilah hasil kajian bersama itu bisa kita tuntaskan. Sehingga jadwalnya bertambah jadi tiap hari atau tujuh hari dalam seminggu,” kata Rafiq saat mencoba berlayar bersama Kapal Roro KMP Kakap menuju Pulau Kundur.

Adapun harga tiket untuk satu orang Rp11.000, sepedamotor Rp35.000, mobil pribadi Rp245.000, truk dengan berbagai golongan diatas Rp500.000. Dengan jadwal keberangkatan dari Karimun pada pukul 09.00 WIB dan dari Pulau Kundur pada pukul 15.00 WIB setiap hari. Sedangkan lama perjalanan hanya memakan waktu sekitar satu jam kurang.

Dikatakan, jika intensitas terus meningkat, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan penambahan jam berlayar setiap harinya. Dari satu kali sehari, akan jadi empat sampai enam kali setiap hari. Tentunya akan dilakukan evaluasi dalam dua sampai tiga bulan kedepan.

“Yang jelas sekarang sudah semakin mudah, karena sudah tiap hari orang bisa ke Karimun atau sebaliknya dari Karimun ke Kundur. Berangkat pagi dari Karimun sore bisa pulang lagi menggunakan kendaraan. Oleh karena itu kita menyambut baik tol laut hari ini, yang merupakan program dari pemerintah pusat dibawah pemerintahan Presiden Joko Widodo, ya kita harapkan tol laut ini bisa menghubungkan konektifitas, khususnya bicara Kabupaten Karimun,” terang Rafiq.

Lanjut Rafiq, efek domino dari tol laut Kabupaten Karimun itu diharapkan agar terjadi pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Karena tol laut yang berlayar setiap hari dan baru pertama kalinya itu memang dinilai memiliki potensi ekonoimi cukup besar. Selain itu dinilai mampu membantu meringankan beban masyarakat.

Seperti misalnya, masyarakt yang membawa barang-barang atau hasil tani menggunakan kapal laut dari Kundur ke Karimun, yang biayanya memang cukup mahal. Tapi dengan menggunakan kapal Roro KMP Kakap jumlah volume barang yang dibawa tidak dikenakan biaya, hanya kendaraan saja, yang artinya akan lebih murah.

“Otomatis akan menekan harga jual. Kalau transportasi tinggi, maka harga jual pun akan ikut tinggi dan itu hukum pasar, tapi kalau bisa ditekan dengan harga rendah maka akan menolong masyarakat secara keseluruhan. Terlebih khususnya kebutuhan semabko untuk warga Kundur maupun sebaliknya, itu saya rasa sangat membantu sekali,” katanya.

Karimun ucap Rafiq lagi, merupakan sentral pelayaran yang strategis, karena saat ini sudah ada pelayaran kapal Roro tujuan Tanjungbutton Riau tiga kali dalam seminggu, lalu ke Kundur setiap hari, ke Batam dan Tanjungpinang masing-masing dua kali seminggu.

“Jadi Karimun sudah terkoneksi antar pulau, baik ke pusat pemeirntah Provinsi, Kabupaten Kota, maupun antara Kecamatan, dan bahkan antar Provinsi. Oleh karena itu kita akan menjaga bagaimana pemeliharan pelabuhan roro secara berkala. Sehingga jangan sampai pelayaran sudah rutin tapi kondisi pelabuhan tak memungkinkan dan bisa menjadi penghambat,” pungkasnya. (trirahardi)