Karimun – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Karimun menggelar agenda tertinggi tingkat daerah, Musyawarah Cabang (Muscab), di Hotel Aston Karimun, Minggu (12/4/2026).
Selain penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ), Muscab tahun ini menjadi sorotan karena penerapan mekanisme baru dalam menentukan nakhoda partai, yang kini sepenuhnya meninggalkan sistem pemungutan suara (voting) dan beralih ke prinsip musyawarah serta uji kelayakan.
Mekanisme Seleksi Ketat dan Profesional
Sesuai instruksi pusat, pemilihan Ketua DPC PKB kini melalui dua tahapan utama untuk menjamin kualitas kepemimpinan:
Tes Kompetensi: Mengukur kapabilitas manajerial dan visi politik calon.
Wawancara & Kontrak Komitmen: Memastikan loyalitas dan integritas kader dalam membesarkan partai.
Sistem ini diterapkan untuk meminimalisir friksi internal serta memastikan pimpinan terpilih memiliki kompetensi yang selaras dengan garis perjuangan DPP PKB.
Nyimas Novi Ujiani Masih Jadi Pilihan Utama
Meski seleksi dilakukan secara terbuka dan kompetitif, nama Nyimas Novi Ujiani tetap menjadi kandidat terkuat. Dukungan mengalir deras dari pengurus tingkat kecamatan (PAC) di 14 wilayah Kabupaten Karimun.
“Kami merasa Ibu Nyimas Novi masih sangat layak memimpin PKB Karimun ke depan. Perjuangannya membesarkan partai tidak diragukan lagi, dan perhatian beliau terhadap kader di tingkat bawah sangat baik,” ujar Syawal, Ketua PAC Kecamatan Meral.
Senada dengan Syawal, para Ketua PAC lainnya menyatakan dukungan serupa, meski tetap menghormati keputusan akhir yang nantinya akan ditetapkan oleh DPP PKB berdasarkan hasil uji kompetensi.
Komitmen Kader: Bukan “Tamu Lima Tahunan”
Sebagai Ketua DPC demisioner, Nyimas Novi Ujiani menyatakan kesiapannya untuk kembali mengemban amanah jika ditugaskan oleh partai. Baginya, Muscab adalah ajang pembuktian kinerja melalui laporan nyata, bukan sekadar retorika politik.
“Seluruh kader PKB di Karimun siap membesarkan partai. Jika di antara mereka dipilih untuk meneruskan perjuangan saya, maka saya siap memberikan dukungan penuh,” tegas Nyimas Novi.
Ia juga melontarkan pesan kuat mengenai loyalitas kader terhadap konstituen.
“Kita bukan kader yang hanya menjadi ‘tamu lima tahunan’ yang muncul saat butuh suara saja. Kita adalah kader yang siap memberikan bukti kerja nyata secara konsisten di lapangan. Pelayanan adalah jati diri PKB,” pungkasnya.
Dengan berakhirnya Muscab, kini seluruh mata tertuju pada hasil seleksi DPP PKB untuk menentukan siapa yang akan memimpin gerakan PKB di Bumi Berazam demi kemaslahatan masyarakat secara berkelanjutan. (*/msa)



