Kabid Humas Industrial Disnaker Karimun, Poniman memimpin rapat sebelum tim survei KHL turun ke lapangan
Kabid Humas Industrial Disnaker Karimun, Poniman memimpin rapat sebelum tim survei KHL turun ke lapangan

Karimun, lendoot.com – Pandemi Covid-19 diperkirakan akan berdampak pada besaran Upah Minumun Kabupaten (UMK) Karimun 2021 nanti. Diprediksi tidak akan alami kenaikan.

Melemahnya perekonomian skala nasional, dan Kabupaten Karimun khususnya karena dampak pandemi COVID-19, tidak dapat dihindarkan.

Setidaknya ini yanf diunlapkanKepala Bidang Hubungan Industri Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Karimun Poniman, pagi tadi.

Poniman mengatakan, Disnaker Karimun baru hanya melakukan survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) sebanyak 1 kali. Survey KHL, tambahnya, untuk pembanding upah setidaknya harus dilakukan sebanyak 3 kali.

“Rencananya mau tiga kali. Tapi sekarang baru sekali. Survei berikutnya saya tanyakan tadi, biayanya tidak ada. Masa pandemi yang mau survei tidak ada anggarannya,” kata Poniman, Senin (14/9/2020) kemarin.

Ia menyebutkan, pihaknya akan segera melakukan langkah-langkah lanjutan dalam membahas UMK tersebut. Ditargetkan, pembahasan sudah harus dilakukan pada bulan September ini.

“UMK belum mulai pembahasan. Kalau bisa diusahakan 1 kali lagi atau bagaimana. Cuma kalau tidak adapun (survei lanjutan) minimal September ini sudah mulai dibahas,” kata Poniman.

Dalam pembahasannya, Poniman mengatakan, pihaknya bersama Perwakilan Perusahan dan Serikat Tenaga Kerja akan melajukan rapat pembahasan setelah ada hasil survei KHL.

“Tapi KHL itu sebagai bahan pembanding saja. Pada PP 78 ini, penetapan UMK itu tergantung pertumbuhan ekonomi dan inflasi,” jelas Poniman.

Menurutnya, dengan melihat kondisi ekonomi saat ini, pihaknya belum dapat memastikan apakah UMK Kabupaten Karimun akan kembali alami kenaikan seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Sekarang pertumbuhan ekonomi minus. Gk tau nanti invlasinya tinggi.Apakah dengan seperti ini pengusaha masih sanggup menaikan UMK,” ujarnya.

Apabila pengusaha tidak dapat menaikan upah tenaga kerja, dan berdasarkan tahapan-tahapan pembahasan nantinya, maka bisa jadi besaran UMK tetap sama dengan tahun 2020.

“Kalau turun tidak. Tapi kalau tetap mungkin. Karena kondisi ekonomi seperti ini,” sebut Poniman.

Hingga saat ini pihak pengusaha ataupun serikat pekerha, sama-sama belum memberikan gambaran besaran UMK tahun 2020 kepada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Karimun. (rk)