Petugas edang merazia seoran g usahawan di Tanjungbalai Karimun, siang tadi. (ist)

Karimun, Lendoot.com – Sebanyak 188 orang dinyatakan telah melanggar protokol kesehatan di wilayah Kabupaten Karimun, Senin (14/9/2020).

Ini setelah beberapa petugas melakukan razia di beberapa lokasi- lokasi keramaian, seperti pasar; Coastal Area, tempat makan dan swalayan di wilayah Kabupaten Karimun.

Sebelum razia digelar, petugas mengikuti apel yang dipimpin Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan di lapangan Sarja Arya Racana Polres Karimun.

Ratusan personil gabungan di turunkan dalam operasi tersebut dan menelusuri tempat- tempat keramaian.

Adenan mengatakan, dalam hari pertama pemberlakuan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 49, petugas gabungan menemukan sekitar 188 pelanggar protokol kesehatan.

“Ada 188 pelanggar protokol kesehatan kita temukan hari ini. Para pelanggar banyak tidak menggunakan masker saat menjalankan aktivitasnya,” kata Adenan, Senin (14/9/2020).

Dalam pelaksanaannya, Adeban mengatakan, pihaknya baru memberikan sanksi berupa teguran tertulis kepada masyarakat yang melanggar protokol kesehatan.

“Mereka diberikan sanksi tertulis dan teguran. Penindakan dilakukan langsung oleh Satpol PP. Kita hanya bersifat mengawal saja,” katanya.

Selain sanksi, petugas gabungan juga turut membagikan masker kepada pelanggar protokol kesehatan, dengan harapan ke depan tidak ada mengabaikan protokol kesehatan.

“Kita bagikan juga masker kepada mereka agar tidak lagi melanggar protokol kesehatan,” katanya.

Adenan menjelaskan, kegiatan operasi yustisi ini akan terus dilaksanakan oleh tim gabungan dengan melaksanakan patroli gabungan dengan sasaran secara dinamis, baik siang maupun malam dalam upaya pencegahan Covid-19 di wilayah Kabupaten Karimun.

“Sanksi yang diberikan oleh tim gabungan operasi yustisi kepada pelanggar dilakukan secara bertahap dan hari ini diberikan sanksi teguran. Nantinya jika masih melanggar, sanksi yang akan diberikan berupa sanksi sosial dengan kerja bakti selama 60 menit hingga denda administrasi bagi pelanggar perorangan, sedangkan pemilik usaha akan di berikan sanksi ataupun denda penutupan sementara hingga pencabutan izin usaha jika tidak mengindahkan protokol kesehatan,” katanya.  (rk)