Karimun, Lendoot.com – Petugas Karantina Pertanian Karimun melakukan pemeriksaan rutin ekspor kelapa ke Malaysia.

Karantina Pertanian Karimun merupakan salah satu instansi pemerintah yang tetap melayani masyarakat di tengah pandemi virus korona.

Petugas tampak melakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen dan pemeriksaan kesehatan terhadap kelapa dan air kelapa tersebut sesuai dengan Sanitary and Phytosanitary Measures yang telah ditetapkan.

Eksportir PT Saricotama Indonesia tetap berproduksi untuk mengekspor kelapa sebanyak 80 ton dalam 2 hari berturut-turut dengan nilai ekspor Rp1,168 miliar.

Selain itu, air kelapa juga turut diekspor ke negeri jiran Malaysia sebanyak 23 ton dengan nilai ekspor Rp34,5 juta. Yang secara keseluruhan total nilai ekspor kelapa dan air kelapa mencapai sekitar Rp1,202 miliar.

Kepala Karantina Pertanian Karimun Priyadi mengatakan, pemeriksaan ekspor, air kelapa ini merupakan ekspor perdana di tahun 2020.

“Permintaan air kelapa cenderung meningkat menjelang bulan ramadan karena akan dijadikan sebagai bahan baku nata de coco yang cocok disajikan sebagai takjil,” ujarnya.

Priyadi tetap optimis bahwa ekspor produk pertanian dari Kabupaten Karimun tidak berhenti meski pandemi virus korona masih berlangsung.

“Alhamdulillah, ekspor disini masih tetap berjalan seperti biasanya meski ada beberapa komoditas lain yang jumlahnya relatif menurun. Kami juga tetap mengedepankan kesehatan dan keselamatan kerja terhadap petugas saat melakukan pemeriksaan,” tambahnya. (rnd)