Karimun, Lendoot.com – Harga komoditas pangan di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Karimun menjelang Bulan Suci Ramadan 1441 Hijriyah terpantau stabil.

Harga beras, daging sapi, ayam potong, cabai merah, cabai rawit, bawang merah dan bawang putih masih seperti harga normal. Kenaikan harga hanya terlihat pada komoditas gula pasir yang sudah alami kenaikan sejak beberapa beberapa pekan lalu.

Adapun harga komoditas beras premium saat ini dijual dengan harga Rp 14 ribu perkilogramnya dan Beras Medium Rp 11 Ribu perkilogramnya. Sementara harga gula pasir Rp 17 ribu perkilogramnya, minyak curah Rp 13 Ribu perkilogram, Daging Beku Rp 80 ribu perkilo, Daging Sapi Segar Rp 170 ribu, Ayam Ras Rp 35 ribu perkilogram, ayam kampung Rp 60 ribu perkilogram.

Sementara untuk komoditas bumbu dapur, seperti Cabai merah dijual dwngan harga Rp 33 ribu perkilogram, cabai rawit Rp 34 ribu perkilogram, cabai hijau Rp 30 ribu perkilogram, cabai merah kering Rp 70 ribu, bawang merah Rp 36 ribu, dan bawang putih Rp 36 ribu.

“Harga bahan pokok masih normal, semua tergantung pasokan dari Batam. Sementara ini secara keseluruhan masih aman dan belum ada kenaikan signifikan,” kata Anton salah satu pedagang di Pasar Puan Maimun, Selasa (21/4/2020).

Menurutnya, saat ini kondisi perekonomian di Karimun tergolong menurun, hal itu terbukti dengan terjadinya penurunan daya beli masyarakat disebabkan dampak pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini.

“Kalau untuk daya beli sedikit menurun sekarang, daya beli masyarakat sudah turun. Tidak seperti hari biasanya,” ujarnya.

Kadisdagkop UKM dan ESDM Karimun Muhammad Yosli terkait ketersediaan dan harga bahan pokok menjelang bulan ramadan, mengatakan, saat ini semuanya tergolong aman dan tidak adanya kenaikan signifikan.

“Masih normal. Hanya saja untuk gula memang masih tinggi harganya dan itu terjadi sejak beberapa minggu lalu,” kata Yosli.

Ia mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pemantauan terhadap ketersediaan dan harga komoditas pangan di Karimun. Harapannya, menjelang ramadan ini tidak akan terjadinya kelangkaan dan kelonjakan harga.

“Kita terus memantau di pasar- pasar. Mudah-mudahan tidak ada kenaikan,” ujarnya. (rk)