(Advetorial)

Ketika ada sebagian masyarakat bertanya, kegiatan dan kebijakan apa saja yang sudah dilakukan Dinas Pangan dan Pertanian Karimun selama 2020?

Berikut catatan singkat kegiatan yang dilakukan dinas dalam rangka menjalankan visi misi Pemkab Karimun, yakni terwujudnya Kabupaten Karimun sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, berupa pertumbuhan ekonomi kerakyatan berbasis maritim dan pertanian.

Kebijakan yang dilakukan di antaranya penyuluhan-penyuluhan kepada pelaku tani di Kabupaten Karimun.  Ada sebanyak 350 kelompok tani (Poktan), 39 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Kabupaten Karimun dengan jumlah petani sebanyak 4995 orang.

Untuk mendukung kinerja dinas di lapangan sesuai dengan Tupoksi Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun, Dinas Pangan dan Pertanian memiliki 4  Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Dinas yaitu UPT Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan)  Karimun, UPT Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kundur, UPT Balai Benih Utama (BBU) dan UPT Balai Penyuluh Pertanian (BPP)

Di bawah UPT Balai Penyuluh Pertanian  terdapat 6 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang tersebar di Kabupaten Karimun. Balai Penyuluh Pertanian di pimpin oleh seorang Kordinator BPP. Ke enam BPP tersebuat adalah BPP Kundur (dengan wilayah kerja di kecamatan Kundur dan Ungar), BPP Meral (Kecamatan Meral, Tebing, Karimun dan Meral Barat), BPP Kundur Barat, BPP Kundur Utara (Kecamatan Kundur Utara dan Belat) BPP Buru dan BPP Moro (Kecamatan Moro dan Durai).

 

Selain itu, untuk menangani permasalah kesehatan hewan ternak, dinas ini memiliki dua unit UPT Puskeswan (Pusat Kesehatan Hewan) yaitu Puskeswan Meral dan  Puskeswan Kundur. Serta  satu lagi UPT yang dimiliki Dinas Pangan dan Pertanian adalah UPT Balai Benih Utama (BBU) yang menangani masalah pembibitan dan perbanyakan tanaman baik tanaman pangan, pekebunan maupun tanaman hortikultura.

Yang masih menjadi persoalan saat ini, kuantitas pegawai penyuluh pertanian lapangan (PPL) masih sangat kurang. Pasalnya, dengan jumlah petani yang ada yang terdata di Sistem Informasi Manajemen , Penyuluh Pertanian (SIMLUHTAN) Kabupaten Karimun jumlah petani yang terdaftar berjumlah 4995 orang maka jika dibagi dengan  jumlah Penyuluh sebanyak 35 orang maka setiap satu orang PPL harus menangani pelayanan bagi 142 petani.

Mengenai bantuan-bantuan bagi petani, dinas ini sudah mumpuni. Seperti pengadaan sarana produksi seperti, pupuk, benih, dan alat mesin pertanian.Untuk pupuk selama 2020 akan didistribusikan sebanyak 90,6 ton.

Pengadaan benih holtikultura, seperti bayam, kangkung, sawi, kacang panjang, timun, dan jagung manis juga sudah dan akan didistribusikan ke petani. Totalnya untuk bibit sebanyak 2094 bungkus.

Sementara untuk mesin pertanian, seperti hand traktor sudah ada empat unit, cultivator 16 unit, dan cangkul. Sebagian masih dalam proses pengadaan.

Kami menginformasikan kepada petani, bagi yang ingin mendapatkan bantuan, harus diusulkan di tahun sebelumnya. Misalnya, untuk mendapat bantuan bantuan 2021, petani melalui kelompok taninya harus mengajukannya pada 2020. Syaratnya harus bentuk kelompok tani, dan tidak bisa perseorangan.

Bantuan pupuk bersubsidi untuk kelompoktani juga sudah dilakukan. Tahun ini, dinas sudah mengusulkan 400-450 ton, namun alokasi yang didapatkan 22 ton saja. Dan sudah didistribusikan. Usulan sampai 450 ton terus terus diperjuangkan untuk didapatkan dari pemerintah pusat.

Untuk melindungi harga jual komoditi petani, memang masih banyak kendala di lapangan. Ini sudah menyangkut kebijakan secara global. Hanya saja, langkah berkordinasi dengan Disperindag soal penetapan harga jual hasil tani sudah kami lakukan.

Untuk pembangunan infrastruktur penunjang  pertanian dan perkebunan, dinas ini selalu berkordinasi  dengan pekerjaan umum.

Mengenai sikap mental petani yang hanya berharap bantuan, dinas mengaturnya dengan perjanjian tertulis antara dinas dan petani penerima bantuan.

Bentuknya berupa berita acara penerimaan bantuan. Isinya perjanjian bahwa bantuan tidak boleh diperjualbelikan. Bentuknya seperti perjanjian hibah umumnya. Petani penerima bantuan juga tidak boleh berturut-turut mendapat bantuan setiap tahunnya.

Untuk sektor perkebunan kelapa, beberapa  kebijakan dilakukan dinas kami. Pertama, melakukan  perbaikan sarana penunjang kultur teknis budidaya tanaman kelapa, seperti pembangunan dan perbaikan tanggul dan pintu air. Ini untuk melindungi perkebunan kelapa rakyat di pesisr, seperti di Kundur dan Durai, dari abrasi air laut.

Kebijakan lainnya yang diambil  di antaranya; peremajaan tanaman tua rusak (TTR), pemupukan dan pengendalian hama dan penyakit, serta penyediaan bibit unggul.

Kita sudah punya pohon induk terpilih (PIT) di desa Sungai Sebesi dan Sungai Ungar, yang pelaksanaannya dilakukan oleh kepala dinas periode sebelum saya. Tahun ini dilanjutkan dengan pemeliharaan. PIT kita kualitasnya sangat baik, cuma belum sertifikasi saja.  PIT ini merupakan hasil kerjasama kita dengan Balai Penelitian Tanaman Kelapa dan Palma Manado Sulawesi Utara.

Sementara langkah ekstensifikasi, atau perluasan perkebunan kelapa yang saat ini masih dalam proses perencanaan yang juga sudah mendapat sinyal positif dari Plt Gubernur Kepri dengan program 1 Miliyar kelapanya  . (*/advetorial)