Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karimun, Raden Eko Sarjono.

Karimun, Lendoot.com – Intensitas curah hujan di Kabupaten Karimun diprediksi akan turun pada akhir Februari hingga Awal Maret 2020 mendatang.

Hal ini dikatakan Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karimun, Raden Eko Sarjono kepada Lendoot.com, Kamis (20/2/2020) sore.

Raden Eko menjelaskan, kekeringan yang melanda Kabupaten Karimun bukan dikarenakan musim kemarau, karena di Karimun masih terdapat hujan walaupun tidak intens.

“Di Karimun itu kita tidak memiliki Musim, hanya saja intensitas curah hujan berkurang dikarenakan masa hujan saat ini terkonsentrasi di belahan dunia bagian Selatan saja sehingga menyebabkan kekeringan,” jelasnya.

Raden Eko mengatakan, saat ini Karimun masih dicurahi hujan yang sifatnya hanya membasahi bumi, karena untuk di wilayah Kepulauan Riau sendiri selalu terjadi hujan di sepanjang tahunnya.

“Jadi untuk di Karimun ada hujan, tapi intensitasnya kecil hanya membasahi bumi saja. Saat ini sudah terjadi belokan-belokan angin yang menyebabkan terbentuknya awan-awan konvektif yang nantinya akan menyebabkan hujan,” ujarnya.

Raden Eko menambahkan, dengan berkurangnya intensitas hujan yang rendah di Karimun, masyarakat di himbau untuk dapat memanfaatkan air sebaik mungkin dan jangan membakar sembarangan yang dapat menyebabkan kebakaran.

“Dengan kondisi saat ini kami dari BMKG mengimbau masyarakat untuk dapat memanfaatkan air yang diperlukan. Masyarakat juga jangan melakukan pembakaran sembarangan karena dengan cuaca kering api cepat menjalar,” tambahnya. (rnd)