Karimun, Lendoot.com – Jajaran Kepolisian Resor Karimun mengungkap tindak penganiayaan dilakukan guru terhadap santrinya, atau muridnya di Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

Oknum guru berinisial ZU (22) tega memukul anak didiknya dengan seutas kabel karena tidak menyetorkan ayat kepadanya. Akibat perbuatan itu, korban berinisial Ku (13) harus mengalami luka lebam di bagian belakang tubuhnya.

Ku merupakan salah satu siswa di Pondok Pesantren Atthohiriyah Kecamatan Moro. Ia mendapatkan perlakuan tidak mengenakkan dari sang guru sekitar bulan Desember lalu.

Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan mengatakan, pelaku penganiayaan itu telah diamankan oleh pihaknya setelah penyidik usai melakukan pemeriksaan terhadapnya.

“Kejadian pada 4 Desember 2020 lalu. Pelaku menganiaya anak di bawah umur yang merupakan santri di Pesantren,” ujar Adenan.

Penganiayaan yang dilakukan guru pesantren itu dipicu oleh kekesalannya terhadap korban yang tidak dapat menghafal tugas yang diberikan.

Menurutnya, tersangka tega menganiaya korban dengan cara mencambuk tubuh korban dengan seutas kabel lantaran emosi dengan perbuatan muridnya itu.

“Korban dicambuk menggunakan kabel lantaran kesal terhadap korban, dari pengakuan tersangka ia mencambuk sebanyak 10 kali,” kata Adenan.

Akibat perbuatan Z alias A yang melakukan penganiayan terhadap anak dibawah umur harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Atas perbuatannya itu dijerat dengan pasal 80 ayat 1 dan 2, Undang-undang RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah, pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Pelaku diancam penjara selama 5 tahun,” ucap Adenan.(rko)