Gubenur Kepri Nurdin Basirun didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPAPP dan KB). Provinsi Kepri saat meinjau kebun hidrponik di Dompak, Rabu ( 15/05.2019).

Tanjung Pinang, Lendoot.com – Gubenur Kepri Nurdin Basirun berkunjung ke kebun Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPAPP dan KB). Provinsi Kepri di Dompak, Rabu ( 15/05.2019).

“Apa yang dilakukan oleh ibu Misni ini contoh yang bagus, dan  perlu kita apresiasi dan patut untuk terus dikembangkan. Selain itu patut juga dipikirkan pasar atau saluran penjualannya. Karena sayur yang dibudidayakan secara hidroponik ini harganya lebih tinggi dibandingkan sayur yang dibudidayakan dengan menggunakan media tanah,” kata Nurdin memuji hasil panen perdana sayuran sawi dan selada hidroponik di kebun kantor PPAPP dan KB Provinsi Kepri tersebut.

Keterbatasan lahan bertani di daerah Provinsi Kepri ini, khususnya di Tanjungpinang, membuat pemerintah daerah dan pelaku pertanian mulai mencari solusi baru untuk bisa turut membudidayakan  sayur mayur untuk kebutuhan konsumsi masyarakat.Caranya, yaitu menanam sayur menggunakan hidroponik menjadi salah satu solusi cerdas dan hemat untuk masalah keterbatasan lahan tersebut.

Nurdin Basirun  juga berharap agar budidaya sayuran hidroponik dapat dikembangkan lagi dan koordinasi dengan Dinas Pertanian dan Kehutanan Provinsi Kepri. Ini bertujuan agar semakin banyak varian sayuran yang bisa ditanam tanpa media tanah ini. Jika langkah ini diikuti oleh masyarakat luas, Nurdin yakin kekurangan dan kebutuhan sayuran masyarakat di Kepri ini dapat teratasi.

“Kebutuhan sayuran di Kepri ini cukup tinggi ya, sehingga kita tidak bisa hanya mengandalkan pasokan dari petani lokal. Oleh karena itu saya rasa ini merupakan  langkah alternatif untuk menjaga ketahanan pangan secara mandiri,” ungkap  Nurdin.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas PPPAPP dan KB Provinsi Kepri Misni mengatakan, pembuatan kebun hidropnik ini dilakukan dalam rangka mengasah keahlian lain dari setiap stafnya untuk memanfaatkan lahan kosong. Ini menjadi percontohan konsep pertanian tanpa menggunakan media tanah.

“Tahap awal kebun hidroponik ini memang masih skala kecil. Namun dengan tingkat keberhasilan yang telah kita lihat maka tidak menutup kemungkinan akan lebih dibesarkan lagi karena lahan yang masih cukup besar di pekarangan kantor ini. Apalagi hal ini juga didukung oleh pak gubenur yang ditunjukan dengan turut hadir pada panen perdana ini,” ujar Misni.

Misni juga mengatakan saat ini luas lahan yang digunakan sebagai rumah hidroponik sekitar 4 x 15 meter. “Teknologi penanamannya itu menggunakan media air yang ditampung dalam paralon itu. Selain itu di dalam air diberi nutrisi dengan tujuan agar tanaman itu tetap subur,” ujarnya.

Selain panen perdana, pada kesempatan yang sama Nurdin juga melakukan peninjauan pengerjaan tenun songket yang berada di dalam kantor PPPAPP dan KB Provinsi Kepri. Songket yang telah ditenun pertama kali akhirnya diresmikan olehnya ditandai dengan melakukan pemotongan kain songket dari alat tenun.

“Adapun songket Kepri nantinya bisa langsung dibuat disini karena telah ada ala tenun dan pengrajin yang siap mengerjakannya yang rata-rata perempuan. Pemerintah akan terus berkomitmen  melakukan peningkatan peran perempuan di bidang ekonomi dalam rangka mewujudkan pemberdayaan gender di Provinsi Kepri,” ujar Nurdin. (hasyim)