Karimun, Lendoot.com – Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun ingin menjadikan Provinsi Kepulauan Riau sebagai pusat tahfiz Quran, sehingga punya “gudang” bagi para penghafal Al-Quran.

“Ketika orang-orang diluar daerah menyebut nama Provinsi Kepri, maka yang mereka ingat adalah qori dan qoriah handal kita yang mengharumkan nama Provinsi Kepri ditingkat naional bahkan internasional,” kata Nurdin saat menghadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kabupaten Karimun ke XI, di Coastal Area, Selasa (26/3/2019).

Kata Nurdin, keinginannya itu sudah mulai tampak dan akan terwujud, sebagaimana saat kegiatan wisuda 1000 hafiz quran yang dilakukan Pemprov Kepri pada dua tahun lalu, ternyata mampu melampaui jumlah yang ditargetkan.

“Dan saat ini ada 100 santri di Pondok Pesantren Hidayatullah lagi dipersiapkan dalam menghafal Al-Quran, kemudian di beberapa pesantren lainnya juga tersebar di Kepri lagi mendidik santrinya sekitar 200 anak, untuk menghafal Al-Quran,” tambah Nurdin.

Belum lagi, program hafalan Quran yang dijalankan oleh masyarakat pada rumah-rumah tahfiz di lingkungan tempat tinggal mereka, dalam program tahfiz keluarga, juga memberikan kontribusi menambah jumlah penghafal Al-Quran di Provinsi Kepri.

“Jadi saya rasa akan banyak sekali para hafiz dan hafizah di Provinsi Kepri ini setiap tahunnya. Kalau untuk utusan ini, saya akan berikan perhatian penuh kepada penghafal Al-Quran kita,” jelasnya.

Salah satu bentuk perhatian yang diberikan Nurdin adalah, para qori dan qoriah terbaik asal Kepri yang mewakili Indonesia ke tingkat Internasional pasti diberikan uang pembinaan secara pribadi, tanpa menggunakan dana dari APBD.

“Dalam minggu ini juga ada satu anak kita yang mewakili Indonesia atas nama Rizki, dia diberangkatkan ke Iran akhir bulan ini. Dia ini anak Kecamatan Kundur Utara, punya prestasi luar biasa menjuarai MTQ dan STQ level nasional. Makanya harus kita perhatikan betul anak-anak kita yang berprestasi ini,” tutup Nurdin. (trirahardi)