Polisi tampak berjaga-jaga di depan kantor DJBC Kepri, kemarin. (ist)

Karimun, Lendoot.com – Kanwil Ditjen Bea-Cukai Khusus Kepri menggelar pertemuan dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karimun pasca-pengungkapan kasus upaya penyelundupan rokok ilegal senilai Rp 7,6 miliar.

Pertemuan ini digelar untuk menciptakan situasi tetap kondusif di wilayah Karimun.

Kepala Kanwil DJBC Kepri Agus Yulianto mendapat informasi soal adanya pergerakan sejumlah orang terkait pengungkapan kasus tersebut. Dia juga menjelaskan soal kronologi kasus kepada Forkopimda Kabupaten Karimun.

Diketahui, dalam penindakan tersebut ada setidaknya tiga orang yang ditembak petugas di lapangan karena terdesak. Salah satu orang yang tewas tertembak, yakni pengusaha asal Batam, Haji Jumhan bin Selo alias Haji Permata.

“Kami mendapatkan informasi akan adanya pergerakan massa ekses dari penindakan yang dilakukan oleh patroli laut Bea dan Cukai di lapangan. Dalam pertemuan ini, kita ingin agar seluruh pihak bisa memahami dan mengantisipasi situasi yang berkembang guna menjaga Kabupaten Karimun tetap aman, kondusif, dan terkendali,” kata Agus Yulianto seperti dikutip dari detik.com, Selasa (19/1/2021).

Pertemuan ini digelar di ruang Rapat Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepulauan Riau yang dihadiri Wakil Bupati Karimun, Kapolres Karimun, Ketua DPRD Karimun, Danlanal, Dandim 0317, Ketua MUI Kabupaten Karimun, dan perwakilan Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun.

Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim berharap situasi di wilayahnya tetap kondusif. Dia meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang beredar.

Sementara itu, Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan menyampaikan bahwa pihaknya telah mendengar pengungkapan kasus rokok ilegal oleh Bea-Cukai yang ada di wilayah Riau tersebut. Dia meminta tak ada pergerakan massa terkait penindakan kasus tersebut.

“Kami dari Forkopimda Kabupaten Karimun mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya dari pihak keluarga dan KKSS, tidak perlu beramai-ramai untuk datang ke Karimun. Silakan apabila ada perwakilan untuk bisa meminta penjelasan kepada pihak Bea dan Cukai,” kata Adenan.

ia meminta penanganan kasus diserahkan kepada pihak kepolisian. Sebagaimana diketahui, pihak keluarga H Permata telah melaporkan Bea-Cukai terkait peristiwa tersebut.

“Hal-hal lain, terkait permasalahan tersebut, sudah dilaporkan pada pihak kepolisian. Tinggal menunggu hasil penyelidikan dan penyidikan, dan jalurnya sudah tepat. Apalagi terkait dengan kondisi saat ini bahwa Karimun dalam kondisi zona kuning COVID-19, kita tidak menghendaki adanya kondisi berkerumun,” ujar dia. (*/msa)