Karimun, Lendoot.com – Puluhan massa Anggota Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Batam datangi Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepri, Selasa (19/1/2021).

Massa berangkat dari Batam sekira pukul 08.00 Wib dan tiba di dermaga Kanwil DJBC Khusus Kepri sekira pukul 09.40 Wib. Turut serta didalam rombongan itu, yakni perwakilan dari pihak keluarga haji permata.

Kunjungan puluhan orang itu menindaklanjuti atas insiden yang menewaskan Haji Permata yang merupakan salah satu keluarga besar KKSS Kota Batam saat penegahan petugas Bea Cukai Kepri terhadap rokok ilegal di Perairan Tembilahan Provinsi Riau, Jumat (15/1/2021) kemarin.

Dalam audiensi terbuka itu, KKSS Kota Batam yang langsung dipimpin oleh Masrur Amin mendesak kepada Kanwil DJBC Kepri untuk lebih terbuka dalam penanganan kasus yang menewaskan rekannya itu.

Ada tiga tuntutan dilayangkan KKSS Kota Batam, salah satunya meminta untuk oknum yang melakukan penembakan terhadap haji Permata untuk segera ditangkap dan diproses hukum.

“Dipertemuan tadi kami memohon, dalam waktu 2 kali 24 jam kedepan, pelaku penembakan segera diserahkan ke pihak berwajib. Jangan sampai kawan-kawan kami di lapangan, antara KKSS dan Bea Cukai menyatakan perang. Kami juga bisa mencari pelaku, sampai ke lobang semut pun akan kami cari,
kata Masrur Amin ditemui usai pertemuan di Gedung Pangsa Ops Bea Cukai Kepri, Selasa (19/1/2021).

Ia mengatakan, sejauh ini pihaknya masih menyerahkan penyelidikan kasus tersebut sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

“Prosedurnya seperti apa yang monggo silahkan. Tapi tolong, pak Kakanwil membantu dong, kalau tidak tentu akan sulit,” katanya.

Selanjutnya, Masrur mengatakan pihaknya juga meminta kepada penanggung jawab yang memberikan perintah penembakan itu untuk segera diproses hukum.

Dan juga jika kasus yang terjadi saat sekarang ini tidak tuntas, Kakanwil DJBC Khusus Kepri diminta untuk dicopot dari jabatannya.

“Pak Kanwil sendiri, saya minta dicopot kalau kasus ini tidak tuntas. Mari kita serius dalam penegakan hukum, jangan sampai tebang pilih dalam penegakan hukum,” ujarnya.

Masrur meminta kepada pihak Bea Cukai untuk terbuka dalam penyelidikan tersebut dan menyampaikan fakta- fakta yang terjadi sesuai dengan kejadian.

“Jangan mencerikan kebohongan untuk menutupi prilaku-prilaku anggota di lapangan. Kalau ditembak, dibidik, nyatakan seperti itu,” katanya.

Sementara Kakanwil Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Khusus Kepulauan Riau, Agus Yulianto, mengatakan kasus ini tengah dilakukan investigasi oleh pemerintah pusat.

“Ini sudah berjalan, dan semua tim yang terlibat dari awal sudah diminta ditarik ke pusat,” jelas Agus.

Agus juga berkomitmen akan tetap mengikuti prosedur hukum terhadap penanganan kasus tersebut. Bahkan, ia juga bersedia untuk dicopot dari posisi jabatan yang didudukinya saat ini.

“Kalau saya harus mempertanggungjawabkan ini semua dan saya harus menanggalkan jabatan saya, saya siap. Saya pastikan ini diproses. Kami akan pastikan seadil-adilnya, adil bagi semua pihak,” katanya.

Pertemuan tersebut tampak dihadiri Kabinda provinsi Kepri, Bupati Karimun, Kapolres Karimun, Dandim 0317/TBK, Danlanal TBK, serta Ketua DPRD Karimun.(rko)