Karimun, Lendoot.com- Jajaran Satuan Reserse dan Kriminal Polres Karimun telusuri adanya dugaan tindakan penggelapan uang listrik pelanggan PLN di tiga Kelurahan wilayah Kecanatan Meral.

Dugaan penggelapan itu diketahui setelah ratusan pelanggan PLN di Kecamatan Meral menerima surat pemberitahuan pemutusan sambungan listrik dari Manajemen PLN Karimun disebabkan tidak melakukan pembayaran.

Padahal, Ratusan warga itu diketahui telah jauh hari melakukan pelunasan pembayaran tagihan tersebut di salah sati agen pembayaran bernama Baran Rezeki.

Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Herie Pramono mengatakan, sejauh ini pihaknya telah mencatat sebanyak 30 orang menjadi korban dugaan penggelapan.

“Korban banyak. Data di saya ada 30 orang. Warga Meral,” kata Herie, Senin (28/9/2020).

Ia mengatakan, pihaknya saat ini tengah mengambil keterangan dari dua orang warga yang mengaku mendadi korban penggelapan tersebut.

Berdasarkan pengakuan warga, mereka telah membayar tagihan selama satu bulan, namun tidak terdata sebagai pelanggan yang telah membayar tagihan ke PLN.

“Data di saya baru satu bulan. Itu pembayaran tagihan (bukan pasang baru),” ujar Herie.

Ia mengatakan, pihaknya saat ini masih mendalami dugaan penggelapan tersebut dan masih menrkusuri siapa oknum yang bertanggung jawab dalam kasus ini.

“Kita masih proses. Ini kita telusuri. Apakah agennya yang bermain atau PLN nya yang bermain atau masyarakat yang tidak membayar,” katanya.

Apabila lanjutnya, kalau dalam penelusuran nantinya agen yang sudah terima dan tidak disetorkan ke PLN berarti agennya yang bermasalah. Atau jika masyarakat sudah bayar ke agen dan agen sudah setor ke PLN,  tapi orang PLN-nya tidak setor ke bagian yang berhak menerima maka ada orangPLN yang bermasalah.

“Sekarang kita sedabg mencari keberadaan agen yang diduga telah menerima pembayaran tagihan listrik dari masyarakat tersebut. Namun hingga saat ini polisi masih belum menemukannya,” katanya. (rk)