imbauan pencegahan covid-19. (ist)

Karimun, Lendoot.com – Guna menghindarimencegah penyebaran Covid-19, imbauan untuk tidak sentuhan kontak secara langsung dari satu ke yang lainnya tersebut, terus digelorakan.

Dalam masa pandemi Covid-19 ini, menghindari bersalaman atau berjabat tangan menjadi salah satu caranya yang perlu diperhatikan dan dipraktekan.

“Hindari bersalaman untuk saat ini. Karena dengan bersalaman, lebih cepat penularannya. Lakukan dengan cara yang lain, seperti menganggukkan kepala. Jika sudah bersalaman karena terlupa atau terpaksa, segera mencuci tangan atau menggunakan handsanitizer,” ujar Bupati Karimun, Aunur Rafiq, Kamis (27/8/2020) siang.

Hal tersebut bukanlah untuk menghilangkan etika, budaya. Namun itu salah satu cara memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19. Secara hukum Islam, tambahnya, berjabatan tangan adalah sunnah. hanya menjaga kesehatan diri sendiri dan orang lain, hukumannya adalah wajib.

“Mari kita dahulukan yang wajib, baru kita ikuti yang sunnah. Mohon pengertian dan pemahamannya. Bukan melarang budaya kita. Tapi untuk saat ini, sentuhan-sentuhan fisik kita hindarkan dulu,” kata Rafiq.

Selain itu ia kembali menegaskan kepada masyarakatnya harus disiplin menjalankan protokol kesehatan terkait Covid-19.

“Wajib patuhi protokol kesehatan. Seperti memakai masker saat berada diluar rumah, menjaga jarak satu dan rajin mencuci tangan,” pinta Rafiq.

Seperti diberitakannya sebelumnya, hingga per tanggal 27 Agustus 2020, total terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Karimun 31 orang.

Dari jumlah tersebut, 19 orang diantaranya sembuh dan 12 lainnya masih diisolasi di RSUD Muhammad Sani Karimun. (hr)