Karimun, Lendoot.com – Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, Pondok Pesantren Ar-Raudah di Kecamatan Tebing merupakan pesantren yang model pendidikannya dinilai terbaik se Kabupaten Karimun. Salah satu tolok ukurnya adalah dari jumlah santri yang cukup banyak.

“Kualitas di Pondok Pesantren Ar-Raudah tidak diragukan lagi, salah satu poinnya adalah jumlah santri yang tiap tahun semakin banyak. Tahun ini saja panitia banyak menolak santri karena kuota terbatas. Dan total jumlah keseluruhan santri saat ini dilaporkan ada 846 orang, 300 diantaranya santri yang mukim,” ujar Rafiq saat menutup kegiatan malam perkenalan santri Ar-Raudah, Selasa (30/7/2019) malam.

Dikatakan Rafiq, Pondok Pesantren Ar-Raudah menjadi rujukan dari para orang tua, untuk menitipkan anaknya dalam menimba ilmu.

“Ada 25 pondok pesantren di Kabupaten Karimun, dan Ar-Raudah yang jumlah santrinya terbanyak. Perlu diingat, jangan jadikan pesantren sebagai tempat rehabilitasi atau pemulihan anak-anak. Tapi jdikan psantren sebagai tempat mendidik dan membentuk anak agar berkualitas, yang punya masa depan lebih baik,” kata Rafiq.

Seperti pendaftar tingkat Madrasah Aliyah (MA), lebih dari 30 orang lebih calon santri yang mendaftar, namun yang diterima hanya 25 orang, kemudian untuk Madrasah Tsanawiyah sebanyak 200 lebih yang mendaftar, dan yang diterima hanya 160 orang.

“Bahkan menurut panitia, kalau sebelumnya setelah pendaftaran sekolah-sekolah umumnya selesai, baru pesantren Ar-Raudah buka pendaftaran, tapi dalam beberapa tahun belakangan, sebelum ujian kenaikan kelas sudah lebih dulu membuka pendaftaran dan tutup lebih awal, karena kuota yang terbatas,” ungkap Rafiq.

Dia juga menyinggung soal bantuan yang mengalir bagi Pondok Pesantren Ar-Raudah, sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan.

“Tadi pagi juga ada bantuan 11 unit komputer dari anggota DPRD Kabupaten Karimun Nyimas Novi Ujiani. Sebagai bentuk realisasi reses tahun lalu. Ini perlu kita tiru karena pendidikan merupakan tanggungjawab kita bersama,” katanya.

Sementara, Pimpinan Pondok Pesantren Ar-Raudah, Ali Asmin mengatakan, perkenalan santri diisi dengan ide kreatifitas para santri, dari santri untuk santri.

“Tujuannya agar para santri baru tidak termenung duduk di sudut-sudut mikir rumah. Kita buat kegiatan agar mereka berkreasi sehingga lupa dengan rumah. Kita libatkan semua santri untuk ikut perlombaan,” kata Ali.

Ada banyak macam perlombaan digelar, mulai dari yang menguras pemikiran, kecerdasan, inteligensi, maupun tenaga seperti olahraga.

“Kita gelar selama dua minggu. Malma ini penutupan, artinya setelah malam penutupan perkenalan maka sudah mulai efektif kegiatan di pondok pesantren ini,” jelas Ali.

Disebutkan, total keseluruhan santri di Pondok Pesantren Ar-Raudah sebanyak 846 orang. Dengan rincian 100 santri TPQ, 84 santri TK, 283 santri Madrasah Ibtidaiyah atau setingkat Sekolah Dasar (SD), 290 santri Madrasah Tsanawiyah (MTs) atau setingkat SMP, dan 85 santri Madrasah Aliyah atau setingkat SMA.

“Yang wajib mukim di asrama adalah santri MTS dan MA. Mereka disediakan asrama meski masih terbilang terbatas,” tutupnya.(trirahardi)

 

Keterangan Foto: Foto bersama dalam penutupan malam perkenalan santri di Pondok Pesantren Ar-Raudah Kecamatan Tebing, Selasa (30/7).