Bupati Aunur Rafiq Cerita tentang Sejarah Terbangunnya Jembatan Kuning Tebing

Karimun, Lendoot.com – Jembatan Kuning atau ada juga yang menamakannya sebagai Jembatan Sanur terletak di Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri,

Jembatan ini kini telah digunakan masyarakat sebagai salah satu destinasi wisata karena bentuknya yang ikonik dan menarik untuk berswafoto. Bahkan, sebagian lainnya menjadikan pelataran jembatan ini sebagai tempat ini sebagai tempat menikmati sore hari bersama keluarga.

Sejak direvitalisasi di tahun 2021 lalu, jembatan yang lebih dikenal dengan sebutan Jembatan Kuning itu menjadi salah satu tempat pilihan masyarakat untuk menghabiskan waktu di sore hari.

Dalam sebuah kesempatan kunjungannya, Bupati Karimun Aunur Rafiq menceritakan sejarah jembatan ini terbangun.

Bupati Aunur Rafiq saat bercerita tentang sejarah jembatan kuning dengan latar belakang jembatan kuning di Tebing. (ft fbAura)

Jembatan yang memiliki struktur melengkung dan dilengkapi dengan 24 tali penyangga serta pagar pembatas pada bagian kiri dan kanan itu dibangun pada masa awal pemerintahan gubernur sebelumnya.

“Selanjutnya, penyelesaiannya dilakukan pada masa Pak Gubernur Ansar Ahmad, dan pembebasan lahannya saat saya menjabat bupati bersama pak Anwar Hasyim. Lalu jadilah jembatan ini,” jelas Rafiq dalam sebuah pernyataannya di akun media sosial facebook, Aura.

Rafiq juga mengharapkan masyarakat untuk menghargai dan menghormati, berterimakasih kepada pemimpin-pemimpin Kabupaten Karimun terdahulu.

“Termasuk saya saat ini, dan pemimpin-pemimpin ke depan. Semoga jembatan kuning sebagai ikon ini dijaga dan jaga kebersihannya,” ujarnya.

Sementara itu, warna kuning yang dominan yang dipadukan dengan warna merah, hijau dan biru menambah keindahan jembatan yang terletak di sekitar pesisir pantai Coastal Area Kecamatan Tebing tersebut.

Spot pemandangan yang disuguhkan tidak kalah menarik. Dari Jembatan itu pengunjung dapat melihat langsung pemandangan gunung Karimun Anak yang terletak berseberangan dari lokasi tersebut.

“Pemandangan disini bagus, selain itu nyaman juga untuk bersantai dan menikmati waktu sore,” kata Khairul warga Kecamatan Tebing.

Pembangunan jembatan ini sebelumnya memang menemui beberapa kendala, termasuk mengenai pembebasan lahan. Namun, pada tahun 2021 lalu proses pembangunannya kembali dilanjutkan.

Pasca dirampungkan pembangunannya, jembatan tersebut kini banyak diserbu masyarakat dari berbagai kalangan untuk menhabiskan waktu di sore hari.

“Dari sisi letak, jembatan ini sebenarnya cukup strategis. Apalagi view-nya cukup bagus, ditambah lagi pemandangan sunset pada sore hari,” katanya.

Jembatan Sanur ini, kini menjadi salah satu kawasan yang ramai dikunjungi oleh masyarakat. Saat ini, juga terlihat terdapat beberapa pedagang yang memanfaatkan lokasi itu untuk mencari rezeki. (*/msa)