Salah satu cuplikan video dugaan persekusi terhadap Alfalah. (ist)

Karimun, Lendoot.com – Kasus dugaan penipuan yang menimpa tersangka Alfalah, terus berlanjut. Setelah sebelumnya melayangkan gugatan Praperadilan terhadap penetapan tersangka, kini isteri dan Kuasa Hukum Alfalah, melalui kantor hukum MU Sugianto SH & Partners memiliki bukti baru, berupa rekaman CCTv (Close Circuit Televisi), di tempat yang rencananya sebagai tempat mediasi, Hotel Alishan.

“Dalam video itu bukan mediasi namanya. Itu terlihat jelas, di luar ruangan saja diperlakukan seperti itu. Apalagi di dalam ruangan saat mediasi, seperti diungkapkan klien kami Alfalah dibentak-bentak dan diancam-ancam,” kata MU Sugianto kepada Lendoot.com, sore tadi.

Dalam video yang ditunjukkan MU Sugianto kepada Lendoot.com, tampak beberapa laki-laki, dan salah seorangnya menarik kerah leher Alfalah. Juga terlihat jelas Alfalah dipaksa masuk ke dalam mobil fortuner warna hitam. Lokasi video itu berlatar pintu masuk Hotel Alishan, atau tepatnya di parkiran hotel tersebut.

“Dan terlihat jelas, Alfalah dibawa secara paksa, bahkan Alfalah ditarik kerah bajunya dan dipaksa masuk ke dalam mobil. Salah satunya seseorang berseragam loreng. Apa hak mereka memperlakukan klien kami seperti itu? Jelas, pihak kami tidak terima atas perlakuan sekelompok orang itu,” ujarnya.

Menyoal adanya oknum aparat yang terlibat dugaan penyekapan dan persekusi terhadap Alfalah, pihak Alfalah akan melaporkannya ke institusi terkait. “Aparat itu kan seharusnnya melindungi warganya, bukan ikut terlibat dalam dugaan aksi persekusi itu,” tambahnya.

Berbekal bukti rekaman video tersebut, pihak Alfalah juga segera melaporkan para pihak terkait lainnya yang diduga terlibat dugaan persekusi tersebut.

“Kita akan segera melaporkan pihak-pihak yang ada di video tersebut ke Polres Karimun. Laporannya tentang dugaan penyekapan disertai ancaman, serta dugaan persekusi terhadap klien kami, Alfalah,” tegas MU Sugianto.

Sebelumnya, MU Sugianto mengatakan penetapan tersangka terhadap Alfalah terkesan dipaksakan.  “Dalam video itu saja jelas, Alfalah berada di bawah ancaman saat dibawa paksa masuk mobil oleh sekelompok orang itu,” ungkapnya.

Demikian juga saat pemeriksaan di Satreskrim Polres Karimun, kata MU Sugianto, Alfalah merasa diperlakukan tidak sebagaimana mestinya.

“Saat sedang lelah-lelahnya Alfalah diperiksa, kan seharusnya tunggu Alfalah kondisi fit dulu baru diperiksa penyidik. Apalagi saat menandatangani BAP (berita acara pemeriksaan) Alfalah dia tidak tahu detailnya, dan ternyata isi BAP itu sangat berbeda dengan yang Alfalah terangkan ke penyidik. Ini menjadi dasar kita mempraperadilankan Satreskrim Polres Karimun,” pungkasnya. (msa)