Kepala Badan Kepagawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten Karimun, Sudarmadi. Foto diambil beberapa waktu lalu. (dok lendoot)

Karimun, Lendoot.com – Pascalonjakan kasus penyebaran Covid-19 di Kabupaten Karimun, pemerintah daerah setempat kembali memberlakukan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan kerja Pemkab Karimun.

Pemberlakuan WFH tersebut bertujuan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Karimun dan timbulnya klater baru penyebaran.

Ini diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Karimun Sudarmadi terkait kebijakan pemberlakuan WFH yang akan dimulai, Senin (2/11/2020) kemarin.

“Sebenarnya sudah berlaku sejak kemarin. Ini sesuai dengan¬† surat dari kementerian,” kata Sudarmadi, Selasa (3/11/2020).

Ia mengatakan, pemberlakuan WFH itu dilakukan dengan sistem shift atau bergantian. Dimana setiap harinya hanya 50 persen ASN yang bekerja di kantor, sedangkan 50 persen lainnya WFH.

“Paling shift-nya sehari masuk besok digantikan yang lain. Intinya tidak sampai 50 persen,” jelas Sudarmadi.

Ia mengatakan, pemberlakuan WFH tersebut dilakukan secara bertahap, karena masih ada sebagian Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum menerapkan.

“Tapi rata-rata masih masuk. Sebenarnya sudah berlaku hari Senin kemarin.¬†Tapi OPD banyak yang mau bekerja di kantor,” ujarnya.

Ia menyebutjan, pelaksanaan pengaturan WFH bagi pegawainya juga diserahkan kepada masing-masing OPD, sebagaimana kebutuhan. Bahkan apabila Pimpinan OPD memerintahkan pegawainya yang tengah WFH untuk masuk karena ada tugas penting, maka pegawai tersebut wajib datang ke kantor.

“Kalau kepala OPD memerintah masuk, ya maka harus masuk. Disesuaikan kebutuhan masing-masing OPD,” katanya.

Saat ini angka kasus Covid-19 di Karimun terus mengalami lonjakan. Hal itu terjadi sejak awal Oktober lalu. Segala upaya telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Karimun untuk memutus mata rantai penyebarannya, terakhir yakni dengan penerapan WFH. (rko)