Karimun, Lendoot.com – Patroli Laut Bea Cukai Kepulauan Riau kembali gagalkan upaya penyeludupan 18 ton pasir timah di perairan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Minggu (27/12/2020).

Belasan ton pasir timah itu dibawa menggunakan sarana pengangkut KM Dellen Jaya GT 33 dan diduga akan diseludupkan ke negara Malaysia.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepri Agus Yulianto mengatakan, pasir timah termasuk salah satu komoditi yang dilarang ekspornya. Menurutnya, larangan itu berdasarkan Permendag Nomor 32 Tahun 2018 tanggal 2 Februari 2018, yang antara lain menyatakan bahwa bijih timah dan konsentratnya merupakan produk industri pertambangan yang dilarang untuk diekspor.

“KM Dellen Jaya GT 33 ditangkap di sekitar perairan Natuna, dengan tujuan diduga ke Malaysia. Ketika ditangkap, kapal tersebut membawa pasir timah tanpa dokumen kepabeanan,” kata Agus dalam rilis diterima, Kamis (31/12/2020).

Agus menyebutkan, pasir timah itu berjumlah 18 ton dengan dikemas dalam 360 karung. Ditafsir, estimasi nilai pasir timah tersebut ialah senilai Rp2,7 miliar.

“Saat ini, kapal beserta dengan nahkoda beserta 3 orang ABK dan muatannya dibawa menuju Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepulauan Riau untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Atas penangkapan itu, diduga KM Dellen Jaya GT 33 telah melanggar 102a UU No. 17 Tahun 2006 tentang perubahan atas undang-undang nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan.

Agus mengatakan, upaya pengawasan di wilayah Kepulauan Riau yang berbatasan dengan negara tetangga secara kontinyu dilakukan oleh Bea Cukai. Bahkan di masa pandemi yang telah berlangsung sekian lamanya.

Pengawasan dalam bentuk operasi patroli laut bea cukai secara mandiri maupun terkoordinasi dilakukan untuk memastikan penegakan hukum di wilayah tersebut, serta memberantas upaya penyelundupan.(rko)