Karimun, lendoot.com  – Tren tindak pidana tahun 2020 di wilayah Hukum Polres Karimun terjadi penurunan hingga 24 persen dari tahun sebelumnya.

Hal itu disampaikan langsung Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan dalam pemaparan capain kinerja Polres Karimun tahun 2020, Rabu (30/12/2020) kemarin.

Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan mengatakan, pada tahun 2019 pihaknya mencatat telah terjadi 252 kasus kejahatan. Namun, pada tahun 2020 terjadi menurun dengan kasus tercatat sebanyak 192 kasus.

“Polres Karimun secara keseluruhan berhasil menekan angka kejahatan hingga 24 persen dari tahun sebelumnya, yaitu tahun 2019 berjumlah 252 kasus, sedangkan di tahun 2020 berjumlah 192 kasus,” kata Adenan, Kamis (31/12/2020) kemarin.

Ia mengatakan, dari 192 perkara, sebanyak 87 persen diantaranya telah selesai, baik itu sudah pelimpahan ke pihak kejaksaan, atau prosesnya telah dihentikan. Kemudian untuk perkara yang masih dalam penanganan pihaknya berjumlah 24 perkarat atau 24 persen.

“Untuk perkara yang belum selesai atau tahap penyidikan tetap kita lanjutkan. Seperti perkara pembunuhan yang telah terjadi di tahun 2016 lalu, maupun perkara kematian gadis yang masih menyimpan misteri Khairunnisa, apabila ada bukti-bukti baru akan kita lanjutkan,” katanya.

Selain itu Adenan mengatakan, dalam tahun 2020 ini pihaknya telah mengungkap beberapa kasus besar yang menjadi perhatian publik, antara lain penyelesauan kasus perjalanan dinas fiktif sekretariat DPRD dengan kerugian Rp 1,6 Miliar, pengungkapan kasus pengrusakan dan pencurian sekolah, dan terakhir kasus pembobolan ATM dengan modus dibakar.

“Ada beberapa kasus yang berhasil kita ungkap. Terbaru kasus yang baru-baru ini kita rilis yakni pembobolan ATM di Kecamatan Kundur,” katanya.(rko)