Karimun, Lendoot.com – Kapal Patroli Laut Bea dan Cukai Kepri menegah speedboat bermuatan ribuan ponsel dari Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (27/6/2020).

Penegahan dilakukan Patla Kanwil DJBC Khusus Kepri di Perairan Pulau Patah Desa Selat Mie Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau.

Kakanwil DJBC Khusus Kepri Agus Yulianto mengatakan, penangkapan itu merupakan hasil koordinasi Kanwil DJBC Khusus Kepri bersama KPU Batam Tipe B

“Penangkapan awal kita mendapatkan informasi akan ada sebuah speedboat yang diduga membawa smartphone ilegal dari Jembatan 4 (empat) Batam. Dari informasi itu, kwmudian kita lakukan pengejaran,” kata Agus dalam rilis diterima Lendoot.com, Jumat (3/7/2020).

SB Tanpa nama bermuatan ribuan unit handphone itu membawa smartphone tanpa dilindunhi dokumen kepabeanan

“Penindakan terhadap kapal tersebut merupakan langkah nyata Bea Cukai Kepri dalam melindungi industri dalam negeri,” katanya.

Saat dilakukan upaya pengejaran terhadap SB Tanpa Nama, para pelaku penyeludupan sempat melakukan perlawanan dengan mengkandaskan kapal ke Pulau Patah. Mereka berhasil kabur dengan berlari ke dalam hutan.

“Anak buah kapal melarikan diri ke dalam hutan. Kita hanya menemukan terdapat 32 karton berisikan smartphone,” katanya.

Hasil pemeriksaan dilakukan terdapat 3.304 unit smartphone merek Iphone, Samsung dan lainnya. Barang bukti itu selanjutnya dibawa ke Kanwil DJBC Khusus Kepri untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Diperkirakan ribuan unit handphone itu memiliki nilai barang sebesar Rp12miliar dengan potensi kerugian negara sebesar Rp2,5 miliar.

“Dalam menjalankan fungsi pengawasannya, Bea Cukai Kepri terus berupaya secara maksimal untuk memastikan bahwa barang-barang yang beredar di pasar dalam negeri merupakan barang legal dan tidak membahayakan masyarakat. Akibat dari peredaran barang tersebut adalah merugikan para pelaku industri dalam negeri yang taat terhadap peraturan,” katanya.

(rk)