Balita berusia 57 hari yang menderita penyakit jenis Hirschsprung dikabarkan meninggal dunia.
Balita berusia 57 hari yang menderita penyakit jenis Hirschsprung dikabarkan meninggal dunia.

Karimun, Lendoot.com – Balita berusia 53 hari menderita penyakit jenis Hirschsprung (usus besar atau kolon yang menyebabkan kesulitan mengeluarkan tinja), membutuhkan bantuan.

Kini Balita bernama Putri Aisyah itu terbaring di RSUD Muhd Sani membutuhkan uluran tangan dermawan.

Anak dari pasangan Yusran (28) dan Santi (24) warga RT 07 RW 03, Desa Sebele, Gang Polindes, Kelurahan Kundur, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun ini, mengalami bengkak di bagian perut sejak lahir.

Santi menjelaskan, awalnya Putri Aisyah mengalami kembung biasa di bagian perutnya. Namun di hari berikutnya perutnya terlihat semakin membengkak, dan pada hari keempat langsung dilarikan ke RSUD Muhd Sani untuk berobat.

“Awalnya gembung biasa, hari kedua dan hari selanjutnya perutnya kok semakin membesar. Pusarnya nimbul urat-urat di perutnya pun sudah kelihatan kayak mau retak. Jadi langsung kami bawa ke RSUD. Sesampai RSUD dia pucat betul kayak sudah tak ada darah sama sekali,” jelasnya saat ditemui Lendoot.com, Selasa (12/2/2019) siang.

Santi mengatakan, menurut keterangan perawat yang menangani anaknya tersebut, Putri mengalami penyakit jenis Hirschsprung.

“Di rumah sakit sudah 6 hari. Kata dokter, usus seperti terlipat jadi menyebabkan saluran buang air besar tersumbat dan mengecil. Tinjanya pernah keluar dari mulutnya. Kalau bengkak pas mau baring dan telentang dia menangis seperti sesak dan batuk-batuk gitu,” katanya.

Putri Aisyah akan dioperasi di RSUD tersebut.Hanya saja tergantung ayahnya nanti bagaimana pengurusannya. Jika nantinya dilakukan operasi, ia berharap berjalan dengan lancar dan selamat bisa normal kembali. Karena Putri Aisyah merupakan anak satu-satunya yang dimilikinya.

“Saya berharap jika dioperasi, operasinya lancar dan selamat bisa normal kembali. Karena dia satu-satunya anak kami. Saya sulit untuk mendapatkan anak. Anak pertama setahun baru dapat itupun meningggal. Anak kedua keguguran dan Putri ini anak kami yang ketiga,” ujarnya.

Sementara itu, Ayah balita Yusran menambahkan, untuk biaya penginapan saat ini ditanggung BPJS. “Kalau untuk penginapan ditanggung BPJS tapi kalau transportasi dan makan kita pribadi,” tambahnya.

Yusran sehari-hari bekerja hanya buruh penoreh getah atau karet. Oleh karena itu ia sangat membutuhkan uluran tangan para dermawan yang ingin membantu meringankan bebannya untuk biaya berobat anaknya. (riandi)