Karimun, Lendoot.com – Bupati Karimun Aunur Rafiq tengah berupaya menambah panjang runway atau landasan pacu Bandara Raja Haji Abdullah di Kecamatan Tebing. Sehingga diharapkan nantinya agar mampu dilintasi pesawat jenis boeing 737.

Kata Rafiq, panjang runway saat ini baru 1400 meter, dan hanya dibisa digunakan pesawat perintis Susi Air. Sedangkan yang dubutuhkan minimal antara 2200 sampai 2400 meter.

“Atau kalau di 2000 meter sudah cukup lah itu, bertahap dulu. Tapi yang amannya dari 2200 sampai 2400. Efeknya tentu sangat besar, mudah-mudahan segera bisa terealisasi,” ucap Rafiq, Rabu (6/3).

Sejauh ini, persiapan yang telah dilakukan yakni telah dilakukan rapat FGD bersama Pemprov Kepri beberapa hari lalu, yang hasilnya bahwa Pemkab Karimun harus membuat perencanaan terlebih dahulu, setelahnya membuat DED, kemudian pembahasan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal).

“Ini sedang berproses, ada bagian yang harus disiapkan daerah, ada bagian yang memang disiapkan oleh Pemprov Kepri dan juga pemerintah pesat. Bandara ini salah satu penompang penunjang untuk daya saing di Kabupaten Karimun, khususnya dalam pengembangan dunia usaha untuk kedepannya. Jadi ini (bandara) sangat saya harapkan agar dapat terwujud,” harap Rafiq lagi.

Adapun kewenangan dari pemerintah pusat adalah penambahan runway, karena memang anggaran di daerah masih belum memungkinkan. Sedangkan Pemprov Kepri membantu dari segi percepatan seluruh proses atau tahapan. Mulai dari akses di Kementerian secara periodik dan berkesinambungan.

“Kita tetap minta dukungan ke provinsi, tapi dari Pemkab Karimun pun tidak tinggal diam. Dengan menjemput dunia usaha untuk datang ke Karimun. Yang diawali dengan penyiapan lahan penambahan run away. Kemungkinan akan dilakukan reklamasi, sehingga tidak ada pembebasan lahan dan anggarannya pun tidak besar kalau cuma reklamasi,” tutup Rafiq.(muhammadsarih)