Suasana simulasi pengamanan Pemilu 2019 di Coastal Area, siang tadi.
Suasana simulasi pengamanan Pemilu 2019 di Coastal Area, siang tadi.

Karimun, Lendoot.com – Peristiwa kericuhan yang kemungkinan bisa terjadi pada Pemilu 2019 sedang diantisipasi aparat kepolisian. Polres Karimun mengantisipasinya dengan menggelar simulasi pengamanan pelaksanaan Pemilu di Coastal Area, Kamis (11/4/2019).

Bupati Karimun Aunur Rafiq yang menyaksikan simulasi tersebut mengatakan, dari apa yang tergambarkan dalam simulasi itu telah dapat disimpulkan bahwa pengamanan Pemilu di Kabupaten Karimun dinilai cukup baik.

“Cukup baik. Mudah-mudahan pelaksanaan Pemilu di Kabupaten Karimun berjalan dengan tertib dan lancar. Tentunya kita butuh kerjasama dari seluruh masyarakat untuk sama-sama menjaga keamanan dalam pesta demokrasi ini,” kata Rafiq.

Sementara, Kapolres Karimun, AKBP Hengky Pramudya mengatakan, Polres Karimun mengerahkan 227 personil dalam mengamankan Tempat Pemungutan Suara (TPS), bersama petugas atau Linmas. Nantinya pada 14 April akan dikirimkan 172 personil tambahan dari Polda Kepri ke Karimun.

“Ada tiga kategori tingkat kerawanan Pemilu di Karimun, pertama kurang rawan, rawan dan sangat rawan,”ujar Hengky.

Untuk kategori kurang rawan artinya tidak ada potensi konflik atau ganggun, kemudian jaraknya bisa ditempuh, dan lokasi TPS ada di satu pulau dareatan dengan Kantor Polisi, kemudian untuk rawan itu berpotensi terjadinya gangguan kamtibmas, kemudian TPS berada di pemukiman yang padat. Bahkan jumlah pemilihnya mendekati jumlah pemilih kamsimal, yang sudah ditentukan oleh KPU yakni 300. (trirahardi)