Karimun, Lendoot.com – Arus barang dari dan ke Kabupaten Karimun melalui Pelabuhan Roll On Roll Off (Roro) Tanjung Buton Provinsi Kepulauan Riau terhenti, sejak September 2019 lalu.

Terhentinya akses pelabuhan itu disebabkan oleh ditutupnya pelabuhan utama dan pelabuhan roro Tanjung Buton oleh Pemerintah Provinsi Riau, karena kondisi pelabuhan yang mengalami kerusakan, dan kondisi yang mengkhawatirkan.

Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, akibat dari terjadinya penutupan pelabuhan itu, sektor perdagangan di antara dua provinsi tersebut ikut terhenti.

“Iya terhenti sejak terjadi penutupan itu,” kata Rafiq ditemui di Masjid Agung Karimun, Kamis (26/12/2019) kemarin.

Hanya saja, Rafiq mengatakan kalau terhentinya terhentinya akses di pelabuhan Buton tersebut tidak sampai mempengaruhi harga sembako di Karimun.

“Cuma telur saja agak naik sedikit kemarin tapi itu lebih dikarenakan terkait produksi bukan disebabkan transportasi. Karena masih ada pasokan dari daerah lain seperti Batam, Dumai dan Penyalai,” kata Rafiq.

Ia menyebabkan, pihaknya telah menyampaikan kepada Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan. Ia mengatakan, pihaknya meminta perbaikan akses jalan dan pelabuhan roro Buton tersebut diprioritaskan.

“Saya sampaikan akses jalan menuju pelabuhan roro Buton serta pelabuhan roro Buton itu sendiri besar artinya bagi Karimun, itu urat nadi perekonomian masyarakat Karimun, makanya saya minta kepada pak Menko Maritim, itu diprioritaskan. Rencananya tahun 2020 dikerjakan,” kata Rafiq.

Selain itu, Rafiq juga mengatakan, pihaknya telah mengajukan penawaran ke Pemerintah Kabupaten Siak untuk bisa menggunakan pelabuhan roro mereka sementara waktu hingga pelabuhan roro Buton kembali beroperasi.

“Ada satu pelabuhan roro, saya lupa namanya, bukan di Pak Ning, kecil ia, cukup 8 tonase. Tapi itu baru penawaran kita,” kata Rafiq. (ricky robiansyah)