Karimun, Lendoot.com – Kementerian Perhubungan RI melanjutkan proyek pembangunan Pelabuhan Malarko yang berlokasi di Desa Pelambung, Kecamatan, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

Pemerintah Pusat memastikan akan melanjutkan pembangunan proyek itu, ditargetkan pengerjaannya akan dapat diselesaikan pada akhir tahun 2021 mendatang.

“Kita targetkan proyek ini akan terselesaikan pada tahun 2021. Saya akan undang bapak presiden untuk peresmiannya nanti,” ujar Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, saat melakukan peninjauan proyek Pelabuhan Malarko di Desa Pelambung, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, Sabtu (1/2/2020) kemarin.

Nilai yang digelontorkan dalam proyek ini yakni mencapai Rp200 miliar. Ia juga menyebut Pelabuhan Counteiner itu akan disebut sebagai Pelabuhan Kerja sama (KSP).

“Jadi nanti, tanah ini akan diserahkan kepada Pemerintah, Pemerintah Pusat akan menggandeng BUMD. BUMD kita minta untuk kerja sama dengan pihak swasta. Pihak Swasta juga jangan satu, ada beberapa,” katanya.

Budi mengatakan, secara geografis Karimun memiliki potensi Industri dan Pariwisata yang baik untuk dikembangkan. Apalagi, wilayah ini berdekatan dengan dua negara tetangga yakni Malaysia dan Singapura.

“Saya yakin ini akan besar sekali, apalagi potensi membuat disinikan seperti Batam. Daerahnya Pelabuhan bebas,” jelasnya.

Pagu DIVA tahun 2008 dari proyek ini yakni sebesar Rp 27,105 miliar. Lalu, Tahap II Pembangunan Pelabuhan Malarko Pemerintah Pusat kembali mendanai kontrak paket Suvervisi sebesar Rp. 476,4 juta. Sedangkan, pada pengerjaan fisik fasilitas pelabuhan tidak diketahui besarannya.

Kemudian, April 2010 lalu kembali dilakukan lelang paket pengadaan jasa Konsultansi Suvervisi lanjutan terhadap fasilitas Pelabuhan laut Malarko dengan pagu anggaran Rp450 juta.(rnd)