Nenek Beni saat ditinjau aparat Kelurahan Harjosari Tebing.
Nenek Beni saat ditinjau aparat Kelurahan Harjosari Tebing.

Karimun, Lendoot.com – Terkait nenek tua bernama Beni berusia 68 tahun yang sebatang kara yang saat ini tinggal di RT 1 RW 2, Kampung Harapan, Kelurahan Harjosari, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, sudah mendapat perhatian dari pemerintah dengan adanya KIS dan KKS.

Lurah Harjosari, Fatwa Lukmana mengatakan pihaknya telah mengetahui keberadaan nenek tersebut sejak almarhumah suaminya masih hidup. Dan pihaknya pun sudah sering mengusulkan bantuan-bantuan untuk mereka.

“Sejak suaminya masih ada, setiap tahun mereka selalu dapat kalau Raskin (beras miskin), hanya saja tahun 2018 ini usulan Raskin mereka tidak dapatkan. Namun kita tetap selalu usulkan untuk tahun 2019 ini,” kata Fatwa saat dikonfirmasi lendoot.com, Senin (11/2/2019).

Menurutnya, data rasta di tahun 2018 bukan wewenang pemerintah daerah, melainkan dari data pusat yakni Kementerian Sosial RI. Dan pada tahun 2018 pemerintah pusat ada pengurangan sebanyak 12 orang, dan disitu termasuk nama suami Beni.

“Terkait Rastra, itu bukan kebijakan pemerintah daerah melainkan data dari pusat yaitu Kementerian Sosial. Jadi untuk data di tahun 2018 pernah ada pengurangan sekitar 12 orang, dan disitu masuk nama suami nenak Beni ini,” ujarnya.

Fatwa menjelaskan, pihaknya terus mengusulkan bantuan untuk kaum dhuafa, melalui Kelurahan baik dari swasta maupun dari pemerintah. Terkait lampu penerangan, jamban dan air bersih, diakuinya masih terkendala.

Pasalnya pihanya pernah mengusulkan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) namun terkendala dengan surat tanah, sebab rumah yang ditempati nenek Beni bukan milik pribadi.

“Kita usulkan terus, terakhir bantuan dari BKAD (Bantuan Kerja sama Antar Desa), nenek Beni mendapatkan satu paket sembako. Untuk RTLH sudah kita usulkan namun terkendala di surat tanah. Begitu juga listrik sudah dua kali kita ajukan, pertama listrik murah dan kedua listrik tenaga surya namun tetap saja terkendala di surat tanahnya. Jadi kita sedikit sulit untuk membantu di atas tanah milik orang lain,” jelasnya.

Untuk masalah air bersih, pihaknya akan membicarakannya terlebih dahulu bersama RT/ RW setempat. Ia menambahkan, jikalau ada masyarakat yang ingin menghibahkan sebidang tanahnya untuk nenek Beni, pihak kelurahan dan masyarakat akan saling bergotong-royong untuk membangun rumah dan akan membuatkan sumur serta dimasukkan listrik.

“Untuk masalah air mungkin kita akan bicarakan bersama RT RW terlebih dahulu. Seandainya ada masyarakat yang mau menghibahkan sebidang tanahnya untuk nenek Beni, kita siap bergotongroyong membangunnya. Kalau dana dari kelurahan memang tidak ada, jadi kita hanya bisa berusaha mengusulkan dapat tidaknya tergantung yang memberi bantuan,” tambahnya. (riandi)