Jaminah (jilbab cokelat) semasa hidup berfoto bersama anak-anaknya, termasuk dengan yang mengalami cacat. (istimewa)

Karimun, Lendoot.com – Terkait keberadaan jasad TKW asal Kundur Utara yang diduga menjadi korban pembunuhan di Malaysia, Jaminah Linda (43), jasadnya hingga hari ini belum ada titik terangnya.

Praktis, sudah 13 hari jasad ibunda Sulai Batun Kasih, Warga Desa Tanjung Berlian, Urung Barat, Kecamatan Kundur Utara, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau itu masih berada di sebuah RS di Kuala Lumpur, Malaysia.

Sulai tidak banyak berharap jasad Jaminal Linda dipulangkan. Dia hanya berharap bisa memakamkan ibundanya dengan layak, meski di negara tetangga sana.

“Mengingat kondisi ekonomi dan kondisi keluarga saya ini, sekarang saya ikhlas bang. Yang kami harapkan sekarang ibu saya bisa keluar dari rumah sakit di sana dan bisa dikebumikan secara layak menurut Syariat Islam di sana, bang,” tutur Sulai kepada Lendoot.com.

Kabar ini langsung didengar Bupati Karimun Aunur Rafiq. Hanya saja,  Rafiq mengatakan belum dapat berbuat banyak soal warganya yang meninggal dunia di negara tetangga Malaysia.

“Sampai hari ini saya tidak dapat kabar siapa itu, siapa yang urus, kalau di sana itu kan tentu ada yang mengurusnya, di sana juga ada KBRI. Jadi kita tidak bisa langsung dari sini, keluarganya lah coba. Maksudnya yang urus di sana tu, kita pun tidak bisa jemput ke sana, jadi harus pihak keluarganya dulu ditelusuri, siapa dan apakah orang telantar atau apa, kan biasanya gitu,” kata Rafiq usai menghadiri kegiatan KPU Kabupaten Karimun di Hotel Aston, Senin malam (22/7/2019).

Soal rencana yang bisa dilakukan Pemkab Karimun, Rafiq mengaku belum dapat menjawabnya. Alasannya mendadak baru dapat informasi dari awak media. Sehingga Rafiq menganjurkan agar pihak keluarga datang menemui dirinya atau menyampaikan kepada pemerintah daerah, untuk menjelaskan permasalahan yang sebenarnya dialami.

Rafiq mengatakan, memang semua harus dicek seperti apa kejadiannya, siapa keluarganya. Pasti ada perwakilan keluarganya di Malaysia, atau ada saudaranya. Sehingga dapat diketahui seperti apa kondisinya. Selain itu di Malaysia juga ada Konsulat Jenderal yang dipastikan dapat membantu.

“Siapa yang urus disana kita kan tidak tahu, keluarganya yang di Karimun ini silahkan ketemu dengan kita. Dan akan dicoba untuk kontak ke Malaysia. Tak mungkin ditelantarkan. Sekarang infornya dari mana, keluarganya siapa, biar hubungi kita, jadi kita tahu. Disana kita mau kontak kesiapa dan rumah sakitnya dimana. Jadi biar bisa konsultasi dengan konsulat jenderal kita disana,” ucap Rafiq.

Menurut Rafiq, meski persoalan itu merupakan urusan luar negeri, namuan Pemkab Karimun dapat memastikan bisa turut membantu. “Tapi sekarang tunjukkan siapa keluarganya yang bisa hubungi kita, karena ini tak bisa berandai-andai lantaran urusan luar negeri

Seperti diketahui, sudah memasuki hari ke 13 jenazah Jaminah Linda masih tertahan di Malaysia. Ia meninggal dunia pada 10 Juli kemarin dalam kondisi berlumuran darah di negara tetangga.

Pihak keluarga yang berdomisili di Kecamatan Kundur Utara bernama Sulai Batun Kasih, sampai saat ini masih mencari dermawan untuk membantu kepulangan jenazah ke kampung halaman. Bagi donatur yang bersedia meringankan beban pemulangan jenazah, agar dapat menghubungi nomor 0823-6207-6817 atas nama Sulai dan nomor 0813-7260-2166 atas nama Uji.

Jaminah Linda dikabarkan bekerja sebagai TKW di Malaysia, namun ia tewas mengenaskan dengan bersimbah darah, kuat dugaan dia dibunuh tepatnya pada rumah kontrakan yang disewanya di Jalan Kampung Tali Air Banting Kuala Lumpur-Malaysia. (trirahardi/muhdsarih)