Tersesat Saat Cari Kembang Semangkok, Panji Ditemukan Selamat 80 Menit Setelah Dilaporkan

ANAMBAS – Niat mencari bunga kembang semangkok di kawasan hutan Dusun Dapit, Kecamatan Jemaja Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, justru membuat Panji KS (64) tersesat.

Beruntung, warga tersebut berhasil ditemukan dalam kondisi selamat oleh Tim SAR Gabungan pada Minggu (30/8/2026) malam.

Panji ditemukan sekitar pukul 18.20 WIB, atau sekitar 80 menit setelah warga melaporkan kejadian tersebut kepada Unit Siaga (US) SAR Jemaja.

Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga dalam kondisi sehat.

Peristiwa itu bermula ketika Panji bersama menantunya berangkat menuju kawasan hutan Dusun Dapit sekitar pukul 12.00 WIB.

Keduanya masuk ke hutan dengan tujuan mencari bunga kembang semangkok.Saat berada di dalam hutan, Panji dan menantunya berjalan terpisah.

Meski demikian, keduanya masih dapat saling berkomunikasi dengan cara bersahutan.Namun, sekitar pukul 14.00 WIB, menantu Panji tidak lagi mendengar sahutan dari korban.

Ia kemudian berusaha mencari Panji di sekitar lokasi, tetapi tidak berhasil menemukannya.

Karena pencarian secara mandiri belum membuahkan hasil, menantu korban akhirnya turun ke pemukiman dan meminta bantuan warga Dusun Dapit.

Warga kemudian melakukan upaya pencarian bersama. Hingga sore hari, Panji belum juga ditemukan.

Sekitar pukul 17.00 WIB, warga akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada Unit Siaga SAR Jemaja. Mendapat laporan, Kantor SAR Natuna melalui US SAR Jemaja bersama unsur SAR gabungan langsung bergerak melakukan pencarian.

Tim menyisir sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi korban, terlebih kondisi hari mulai memasuki waktu malam.Upaya tersebut membuahkan hasil.

Sekitar pukul 18.20 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan Panji di kawasan hutan pada koordinat 2°55’52.19″ U, 105°44’21.66″ T.

Panji ditemukan dalam keadaan selamat. Tim kemudian mengevakuasi korban dari kawasan hutan dan menyerahkannya kepada pihak keluarga.

Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, menyampaikan apresiasi atas respons cepat masyarakat dalam melaporkan kejadian tersebut sehingga proses pencarian dapat segera dilakukan.

“Alhamdulillah, berkat informasi dan pelaporan yang cepat, serta keterlibatan seluruh unsur gabungan, upaya pencarian berhasil dilakukan dengan tepat dan cepat. Korban akhirnya kita kembalikan kepada keluarga dengan selamat,” ujar Abdul Rahman.

Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap remeh risiko ketika melakukan aktivitas di kawasan hutan, meskipun kegiatan tersebut terlihat sederhana.

Menurutnya, masyarakat yang hendak masuk ke kawasan hutan perlu mempersiapkan perlengkapan pendukung, termasuk alat komunikasi, penerangan, dan navigasi.

“Persiapan dan kelengkapan alat pendukung harus menjadi perhatian. Alat komunikasi, penerangan, hingga navigasi merupakan perlengkapan wajib yang harus dibawa. Jangan lupa juga untuk selalu memberi tahu keluarga atau perangkat desa terkait rencana perjalanan,” tegasnya.

Dengan ditemukannya Panji dalam kondisi selamat dan telah diserahkan kepada keluarga, operasi SAR dinyatakan selesai.

Dalam operasi tersebut, Tim SAR Gabungan melibatkan Unit Siaga SAR Jemaja, Polsek Jemaja Timur, BPBD Jemaja Timur, serta masyarakat Dusun Dapit. (Rap)