Karimun, Lendoot.com – Sidang perkara korupsi di tubuh Perumda Tirta Karimun yang Mantan Direktur Utama berinisial Is dan Mantan Bendahara Js mengungkap fakta baru.

Berdasarkan dari Mantan Bendahara Js, terdapat aliran dana yang dinikmati pihak ketiga, yang ditarik dari rekening PDAM Tirta Mulia Karimun.

Js, party ketiga yang terdiri dari berbagai pihak, salah satunya nama legislator di DPRD Karimun. Adapun besaran nilai yang diberikan bervariasi mulai dari Rp100 juta hingga Rp150 juta.

“Perintah dari IS yang menarik uang di PDAM itu menggunakan di bank. Itu diberikan kepada pihak ketiga,” ungkap Kasi Pidsus Kejari Karimun, Tiyan Andesta.

Ia mengatakan, pernyataan dari para itu tidak dapat dilanjutkan penyelidikannya karena pembuktian terbalik tidak dapat ada uang kepada pihak ketiga yang dimaksud.

“Bisa jadi justice collaborator, istilahnya sepanjang dia bisa membuktikan memang dia kasih ke pihak-pihak ketiga, ada buktinya, bisa ditindaklanjuti.

“Tapi jika tidak ada bukti yang mengarah pada orang-orang itu, yang bersangkutan dapat berkomentar juga. Mungkin secara moral salah, tapi secara hukum belum salah karena bukti korupsi itu dari data,” jelasnya.

Tiyan mengatakan, menemukan juga beberapa tantangan anggaran tanpa adanya bukti kuat, sehingga kerugian uang negara yang timbul mencapai Rp4,9 miliar.

“Pada dasarnya nilai yang Rp4,9 miliar itu menyangkal. Tapi ketika ditanya tidak bisa menunjukan bukti pendukungnya,” jelas Tiyan.

Di samping itu, pihak-pihak ketiga yang diungkap oleh pertemuan kedua dalam sidang beragendakan membuktikan pada Selasa (6/7/2021) lalu, juga diminta untuk membuktikannya dalam perkara tersebut.

“Yang disebut pihak ketiga itu juga pengawas kita hadirkan sebagai saksi. Semua anggota dewan kita hadirkan,” katanya.

Ia mengatakan, saat ini sebanyak 45 orang telah melakukan pemeriksaan, termasuk yang disebutkan oleh kedua.

“Total saksi yang sudah diperiksa ada sebanyak 45 orang. Dari berbagai pihak, itu ada satu yang tidak hadir kemarin,” katanya. (rko)