Tekan Inflasi, Pemprov Kepri Datangkan Cabai dari Jawa dan Datangkan Komoditi Lain Kemudian

Selain tensi politik dalam negeri, Perang Rusia-Ukraina yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda telah lebih dahulu mempengaruhi harga pangan. Ini karena negara pemasok memilih menutup keran ekspor. Oleh karena itu pasokan pangan harus benar-benar dijaga, demi stabilitas harga di pasar. Terpantau harga sejumlah komoditas pangan, seperti cabai rawit merah, cabai merah keriting, dan telur berangsur turun dan relatif stabil.

Tanjung Pinang, Lendoot.com – Pemprov Kepri melalui BUMD PT Pembangunan Kepri mendatangkan satu ton cabai merah dari pulau Jawa.

Cabai merah diperkirakan akan tiba di Kota Tanjungpinang,hari ini, (Jumat, 23/9/2022).

Komoditas ini akan dijual lebih murah dari harga pasaran ke masyarakat melalui operasi pasar murah.

“Ada sekitar satu ton masuk cabai merah dari Jawa,” kata Azwardi seperti dikutip dari sijoritoday, Rabu (21/9/2022) kemarin.

Azwardi menerangkan, pihaknya akan kembali mendatangkan cabai murah dan komoditi lainnya yang rentan inflasi jika operasi pasar efektif menurunkan harga kebutuhan pokok.

“Kalau ini lancar, kita coba jual cabai merah dan komoditi lainnya dengan harga murah,” terangnya.

Sebelumnya, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengajak kabupaten-kota melakukan operasi pasar secara berkala untuk menjaga stabilitas harga pangan.

Menurut laporan BPS Kepri, operasi pasar berhasil menurunkan harga pangan sehingga Kepri mengalami deflasi 0,5 persen per Agustus 2022.

“Kabupaten-kota kita dorong juga melakukan operasi pasar melalui perusahaan daerahnya masing-masing kalau bisa,” kata Ansar. (*/nue)