Gambar ilustrasi vaksin Covid-19. (foto kabar24)

Karimun, Lendoot.com – Habisnya stok vaksin yang saat ini dialami Provinsi Kepri membuat pemenuhan kebutuhan vaksin bagi masyarakat Kepri terhambat.

Sementara, masyarakat yang membutuhkan vaksin booster untuk kebutuhan perjalanan merasa kesulitan. Atas hal itu, Anggota DPRD Kepulauan Riau, Sirajudin Nur menyikapinya dengan meminta pemerintah menghapus syarat antigen dan PCR sebagai syarat perjalanan.

“Kewajiban antigen dan PCR ini sebaiknya ditiadakan dulu lah. Tak mungkin kita membatasi aktivitas warga yang belum vaksin, sementara vaksinnya tidak tersedia,” katanya seperti dikutip sijoritoday.com.

Sirajudin menuturkan, permasalahan stok vaksin habis tidak hanya terjadi di Kepri, hampir menyeluruh di seluruh daerah di Indonesia.

Ia pun meminta Dinas Kesehatan Kepri mendesak pusat untuk segera mengirimkan stok vaksin Covid-19.

“Karena itu kita minta Dinkes Kepri untuk aktif mendesak pemerintah pusat untuk mengirimkan vaksin ke Kepri. Presiden juga sudah mewanti-wanti ke Kemenkes agar mempercepat distribusi vaksin ke daerah,” tuturnya.

Politisi PKB itu turut menyayangkan Pemprov Kepri dan kabupaten dan kota yang tidak dapat memprediksi ketersediaan vaksin Covid-19.

Menurutnya, seharusnya Pemprov Kepri dan Kabupaten/Kota menetapkan pelayan medik, lansia, petugas publik yang rentan terpapar Covid-19 sebagai kelompok prioritas penerima vaksin.

“Harusnya Pemprov dan kabupaten dan kota mengambil kebijakan prioritas bagi kelompok beresiko tinggi dulu, misalnya pelayan medik, lansia, petugas publik. Tapi ini kan tidak dilakukan.” tutupnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Elfiani Sandri mengungkapkan bahwa pihaknya menghentikan kegiatan vaksinasi karena stok vaksin Covid-19 habis.

Elfiani menerangkan, kekosongan stok vaksin tidak hanya terjadi di Tanjungpinang namun merata di seluruh Kabupaten/Kota di Kepri

Ia pun masih menunggu kepastian kedatangan stok vaksin dari Dinas Kesehatan Kepri.

“Belum tahu kapan datangnya, masih menunggu info lah dari Provinsi,” tambahnya. (*/nue)