Stok Beras Bulog di Batam Capai 3.239 Ton, Ketahanan Pangan akan Aman hingga 4 Bulan ke Depan

Itulah sebabnya Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) beberapa kali melontarkan peringatan akan pengaruh dari kondisi global tersebut. "Banyak yang belum memiliki perasaan yang sama bahwa kita sekarang ini berada dalam kegentingan global. Kita diincar oleh ancaman dan risiko-risiko, baik itu yang namanya resesi global, resesi keuangan, krisis pangan, dan krisis energi," ujar Joko Widodo

Batam — Perum Bulog Kantor Cabang Batam memastikan ketersediaan stok beras di wilayah kerjanya dalam kondisi sangat aman. Dengan total cadangan mencapai 3.239 ton, Bulog menjamin kebutuhan masyarakat terpenuhi hingga empat bulan ke depan, sekaligus menjadi fondasi utama menjaga stabilitas harga pangan.

Pemimpin Cabang Perum Bulog Batam, Guido XL Pereira, menegaskan bahwa ketersediaan ini merupakan bagian dari strategi intervensi untuk melindungi daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi daerah.

Komoditas beras medium menjadi tumpuan utama dengan total volume mencapai 3.126.856 kilogram. Cadangan ini tersebar di beberapa gudang strategis:

Wilayah Batam & Tanjung Merah: 884.860 kilogram.

Gudang Sei Raya (Kab. Karimun): 2.420.000 kilogram.

Beras Premium: Tersedia stok sebesar 12.445 kilogram untuk memenuhi permintaan pasar kelas atas.

“Stok pangan yang kami kuasai saat ini dalam kondisi aman dan cukup untuk kebutuhan masyarakat Batam dan sekitarnya. Kami berkomitmen menjaga kelancaran distribusi guna memastikan stabilitas harga di pasar tetap terkendali,” ujar Guido XL Pereira, Kamis (5/2/2026).

Tak hanya beras, Bulog Batam juga memperkuat perannya sebagai stabilisator pasar dengan menyediakan berbagai komoditas pokok lainnya:

Minyak Goreng: 84.006 kilogram.

Jagung: 16.222 kilogram.

Stok Penunjang: Tersedia cadangan gula pasir dan telur ayam.

Strategi Intervensi Pasar dan Pengendalian Inflasi

Sebagai langkah nyata pengendalian harga, Bulog telah menyalurkan beras medium sebanyak 1.250 ton di wilayah Batam/Tanjung Merah dan 250 ton di Kabupaten Karimun. Sementara distribusi beras premium dilakukan sebesar 1.000 ton di Batam dan 250 ton di Karimun.

Keberadaan cadangan yang kuat ini memberikan fleksibilitas bagi pemerintah untuk melakukan Operasi Pasar kapan saja jika terjadi lonjakan harga atau gangguan rantai pasok. Hal ini berdampak langsung pada pengendalian inflasi bahan makanan (volatile foods) di Kepulauan Riau.

Menghadapi momentum peningkatan konsumsi masyarakat dalam beberapa waktu ke depan, Bulog akan terus mempercepat manajemen distribusi dan melakukan pemantauan berkala di pasar-pasar tradisional maupun ritel.

“Bulog hadir untuk memastikan ketahanan pangan tetap terjaga. Kami siap melakukan langkah stabilisasi tambahan apabila terjadi lonjakan permintaan, sehingga ekonomi masyarakat tetap stabil dan kondusif,” pungkas Guido. (*/rst)