Roro Novi, Kasi Anak Lansia dan Disabilitas Dinsos Bintan. (amr)

Bintan, Lendoot.com  – Penyembuhan atau pemulihan anak-anak di Tanjunguban Kecamatan Bintan Utara yang menjadi korban pedofilia menjadi perhatian serius pihaknya.

Dinas Sosial (Dinsos) Bintan bersama DP3KB Bintan akan mendampingi proses para korban dengan mendatangkan atau melibatkan psikolog handal.

Kepala Seksi Anak, Lansia dan Disabilitas Dinsos Bintan Roro Novi mengatakan, kasus pelecehan seksual (sodomi) terhadap enam orang anak laki-laki di bawah umur ini merupakan kasus terbesar di tahun 2022 yang ditangani Dinsos Bintan.

Para korban selain mengalami gangguan kesehatan fisik dan mental, psikologisnya juga terganggu. Sehingga, pendampingan harus dilakukan agar tunas bangsa yang menjadi korban pedofilia ini tidak terganggu mental dan psikologisnya.

“Kita akan melibatkan psikolog untuk melakukan trauma healing terhadap para korban. Berapa lama tergantung dari dampak yang dirasakan para korban,” terangnya, Rabu (27/7/2022).

Dari pendampingan terhadap korban, sementara Ia melaporkan jika kondisi para korban sebenarnya tidak mengerti dengan kejadian yang dialaminya. Dinsos bersama DP3KB dan psikolog akan berusaha memulihkan kesehatan mental dan fisik serta psikologisnya agar para korban bisa tumbuh dewasa tanpa rasa trauma.

“Mereka (para korban) sebenarnya tidak mengerti kalau mereka sudah menjadi korban kejahatan seksual. Makanya trauma healing dilakukan agar mereka tersadar dan tidak perlu diulangi lagi menjadi sebuah penyimpangan seksual,” ungkapnya.

Roro Novi pun berpesan dan mengimbau kepada para orang tua dan juga masyarakat untuk sama-sama turut serta mengawasi prilaku dan pergaulan anak-anak agar terhindar dari segala bentuk kegiatan negatif yang mengancam masa depan anak-anak. (amr)