Ilustrasi ETLe. (Google.com)

Karimun, Lendoot.com – Penerapan Elektronic Traffic Law Enforcement (ETLe) untuk proses pencatatan pelanggaran lalu lintas di jalan raya masih belum dapat diterapkan di Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

Untuk wilayah Provinsi Kepri, Kota Batam menjadi daerah percontohan untuk uji coba penerapan ETLe. Hal itu dilaunching berbarengan dengan peringatan HUT Lalu Lintas ke-67 oleh Ditlantas Polda Kepri.

Kasat Lantas Polres Karimun AKP Eko Aprianto mengatakan, penerapan ETLe untuk wilayah Karimun masih belum dilakukan. Saat ini, penerapan masih dilakukan uji coba di Batam.

“Karimun masih belum, percontohan masih di Batam,” kata AKP Eko, Rabu (21/9/2022) kemarin.

Eko menjelaskan, ETLe merupakan implementasi teknologi untuk mencatat pelanggaran-pelanggaran dalam berlalu lintas, yaitu secara elektronik melalui kamera yang terdapat di lokasi-lokasi tertentu seperti di persimpangan, daerah rawan kecelakaan, daerah rawan pelanggaran lalu lintas.

“Tentunya penerapan tersebut guna untuk mendukung keamanan, ketertiban, keselamatan dan ketertiban dalam berlalu lintas,” katanya.

Seperti diberitakan, Ditlantas Polda Kepri mulai melakukan penerapan Elektronic Traffic Law Enforcement.

Untuk langkah uji coba, penerapan tersebut akan dilakukan terlebih dahulu di wilayah Kota Batam selama 30 hari kedepan. Namun kedepannya akan dilakukan di sejumlah wilayah kepulauan Riau.

Setelah penerapan uji coba selama 30 hari kedepan, nanti pihaknya akan mulai melakukan penindakan terhadap pelanggar.

Para pelanggar nantinya akan ditilang secara otomatis dan surat tilang pelanggaran akan dikirim dalam kurun waktu tiga hari ke depan ke alamat pelanggar.

Adapun pelanggaran yang akan diterapkan saat ini terdapat 10 jenis pelanggaran mulai dari pelanggaran tak memakai safetybelt, tak memakai helm, menggunakan Handphone saat berkendara, melanggar trafficlight, melanggar rambu lalulintas, melawan arus, TNKB, berboncengan lebih dari 3 orang serta kendaraan bermuatan yang berlebihan. (rko)