Batam – Sari Ater Hospitality Bandung, sebagai pengelola kawasan wisata terkenal di Bandung Jawa Barat, menunjukkan ketertarikannya untuk berinvestasi di sektor pariwisata Batam. Hal ini terungkap dalam kunjungan mereka ke Badan Pengusahaan (BP) Batam, kemarin.
Direktur Sari Ater, Herrie Hermanie Soewarma, mengatakan bahwa pihaknya ingin melihat lebih dekat potensi kerja sama dengan BP Batam, terutama dalam pengembangan aset-aset pariwisata.
“Kami berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi pariwisata Batam,” ujarnya.
Setelah melakukan pertemuan dengan BP Batam, delegasi Sari Ater melakukan site visit ke KEK Nongsa dan beberapa lokasi lainnya untuk melihat langsung potensi investasi yang ada.
Sementara itu, Herrie Hermanie Soewarma juga mengapresiasi atas sambutan hangat yang diberikan kepada pihaknya. Ia menyampaikan, kedatangannya yakni untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai peluang kerja sama terhadap aset milik BP Batam utamanya bidang pariwisata.
“Kami datang ke sini untuk melihat lebih dalam potensi kerja sama lebih lanjut dengan BP Batam. Harapan kami, melalui kolaborasi ini, kami dapat memberikan kontribusi yang positif di sini,” kata Herrie.
Sementara, Kepala Pusat Pengembangan KPBPB Batam dan KEK, Irfan Syakir Widyasa menyambut baik penjajakan peluang kerja sama terhadap aset-aset milik BP Batam oleh Sari Ater Hospitality Bandung dan beberapa pelaku usaha di Jawa Barat.
Irfan Syakir Widyasa, menyambut baik minat investor untuk mengembangkan pariwisata Batam. Ia mengatakan bahwa kehadiran investor berpengalaman seperti Sari Ater akan memperkaya ekosistem pariwisata dan meningkatkan daya tarik Batam sebagai destinasi wisata internasional.
Menurutnya, pelaku usaha tersebut sudah berpengalaman puluhan tahun dalam membangun dan mengembangkan objek wisata di Provinsi Jawa Barat. Sehingga kata Irfan, potensi pegembangan aset BP Batam kedepan dapat lebih optimal bila kerja sama terwujud.
“Tentu nantinya dengan kehadiran Sari Ater, Sindang Reret dan pelaku usaha lainnya ini akan memperkaya ekosistem wisata dan meningkatkan daya tarik Batam sebagai kawasan investasi dan destinasi wisata bertaraf internasional,” harap Irfan. (rst)




