Batam, Lendoot.com – Perkara kebutuhan air bersih masyarakat di Kota Batam, Provinsi Kepri, masih saja menjadi masalah. Tak di hari biasa, saat hari besar keagamaan seperti Ramadan tahun ini pun, pasokan air ke beberapa pemukiman warga terhenti.
Kali ini masyarakat yang mengalami terhentinya pasokan air bersih dari layanan air bersih SPAM Batam terjadi di Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota.
Tepatnya di Komplek Perumahan Buana Regency dan Kharisma Residence. Warga yang tinggal di dua perumahan tersebut merasakan layanan air bersih SPAM Batam yang semakin memburuk.
Ketua RT 004 RW 045 Perum Kharisma Residence, Ade Ansyah, menyampaikan jika air cuma mengalir di waktu tertentu saja. Parahnya lagi, air mati kerap mati di jam-jam yang mobilitasnya tinggi.
“Air tak mati, tapi hanya hidup di jam tertentu hanya satu sampai dua jam, itu pun hidupnya kecil,” ujarnya seperti dikutip dari batamclick, Senin (10/4/2023).
Sejak pagi, dimulai sekitar pukul 06:00 WIB, air sudah mulai mati untuk beberapa jam ke depan. Lalu di sore sekitar pukul 16:00 WIB, kejadian serupa pun terulang, air bahkan hidup bisa sampai jam 20:00 WIB.
“Matinya memang di jam-jam sibuk, pagi jam enam sampai jam delapan atau sembilan. Sore gitu juga. Terus te gak malam pun sama,” kata dia.
Ade menambahkan, kejadian tersebut sudah berulang dan sering terjadi sejak dua sampai tiga tahun belakangan. Lebih tepatnya, saat peralihan dari ATB ke PT Moya.
“Dulu itu sudah mulai tak normal (aliran air). Memang ngalir, tapi kecil,” katanya.
Di Perum Kharisma itu sendiri, kawasan terparah di blok B, sebab berada dataran tinggi. Airnya hidup di jam 12 malam saja, bahkan lebih.
Warga yang tinggal di blok tersebut harus begadang. Bahkan, air baru mengalir sekira pukul 2 dini hari, itupun debitnya kecil.
“Di blok B itu, air dari pagi sampai malam tak ada sama sekali. Tengah malam barulah hidup. Ini sungguh memengaruhi, apalagi di bulan puasa sekarang ini, orang mau wudhu aja susah. Kalau bicara mundur ke belakang, tak pernah terjadi seperti,” kata Ade.
Pihaknya sudah sering kali mengeluhkan hal tersebut langsung ke konsorsium air bersih. Akan tetapi, tak ada solusi pasti yang diberikan maupun ditawarkan ke warga.
“Warga bayar air tak pernah telat. Kalau ditanya warga maunya apa, sekarang ini tak usah muluk-muluk, tolong hidupkan air di jam jam sibuk,” pungkasnya. (*/ddh)




