PMII saat melakukan aksi sosial bagikan masker di Coastal Area, tadi malam. (ist)

Karimun, Lendoot.com – Untuk menekan angka kasus Covid-19 di Karimun, mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksi sosial bagi-bagi masker, hand sanitizer dan vitamin.

Pembagian masker berjumlah 450.250 pcs, handsanitizer dan 100 Vitamin. Semuanya dibagikan, Senin (10/5/2021), dari pukul 17.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB. Lokasi aksi digelar di sekitaran Coastal Area.

Kegiatan PMII ini dilaksanakan berbagai perwakilan tingkat Komisariat. Digagas Pengurus Komisiariat (PK) PMII STIE Cakrawala, lalu mengikutsertakan PK PMII Universitas Karimun, PK PMII Universitas Terbuka dan PK PMII STIT Mumtaz.

Koordinator Aksi, Cheche Paramita mengatakan, kegiatan ini tidak hanya sebatas memberikan masker, handsanitizer dan vitamin saja, melainkan juga mengedukasi kepada masyarakat tentang pentingnya selalu menggunakan masker.

“Kita tahu Virus Corona makin masif, berkaca pada negara India saja, ada varian baru dan itu sudah sampai di Indonesia yang sudah terdeteksi tujuh varian. Tentu kita harus lebih waspada terhadap virus yang sudah banyak memakan korban jiwa,”  ujarnya.

Sebelumnya Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Karimun, Rachmadi, Minggu (2/5/2021) mengatakan, sebanyak 52 kasus terkonfirmasi positif. Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua PK PMII STIE Cakrawala inipun lantas mengajak masyarakat untuk selalu mengikuti anjuran pemerintah.

“Kita adalah bagian terdepan dalam penanganan Covid-19, peranan kita sebagai masyarakat sangat diperlukan dalam mengakhiri Covid-19 di Karimun. Mari kita sebagai masyarakat taati aturan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah,” tegasnya.

Senada dengan Cheche, Pengurus PMII komisariat STIT Mumtaz Nurul Hidayat yang juga terlibat pada kegiatan tersebut menilai pentingnya kerjasama berbagai stakeholder agar dapat mencapai tujuan tersebut.

“Selalu menggunakan masker harus selalu kita galakan bersama, hal ini harus kita sadari dan selalu ingatkan. Karena kita tahu salah satu keberhasilan upaya penanganan Covid-19 sangat tergantung peran masyarakat,” tutupnya. (*/msa)