Pelabuhan Tanjungbalai Karimun. (DOK)

Karimun, Lendoot.com – Sejumlah pengusaha pelayaran menilai kebijakan pemerintah membuka alur pelayaran internasional sebagai kebijakan setengah hati. Pasalnya, penumpang yang masuk lewat jalur laut ke Indonesia masih harus mengikuti aturan PCR.

“Kalau kita ke Malaysia, tidak ada lagi itu dicek PCR atau antigen. Bisa masuk seperti biasa, atau seperti normal dulu. Sementara, yang mau masuk ke sini wajib menunjukkan PCR. Masih sangat memberatkan, kebijakannya seperti setengah hati gitu,” ujar seorang pengusaha pelayaran internasional kepada Lendoot.com, siang tadi.

Seperti diketahui, per 1 April lalu Pemerintah Provinsi Kepri sudah membuka pelayaran internasional, khususnya ke Malaysia. Seperti dari Dumai, kapal sudah berlayar menuju ke Melaka. Dari Batam juga demikian juga ada yang merapat ke Johor, khususnya Pelabuhan Harbour Puteri dan Kukup.

Sementara, dari Kabupaten Karimun pelayaran yang katanya dibuka dan sudah ditunggu masyarakat setempat, hingga kini belum juga terealisasi. Alasannya, belum bisa diketahui, hanya saja kabarnya, Selasa (10/5/2022), stakeholder baru akan menggelar rapatnya.

Seorang warga Karimun yang memiliki kerabat di Malaysia, menyayangkan kebijakan membuka kembali jalur pelayaran internasional tersebut. Pasalnya, sejak dua tahun lalu saat pandemi Covid-19 berlangsung, dirinya tidak dapat bertemu langsung dengan keluarganya di Malaysia.

“Kami sudah sangat rindu dengan anak dan istri di Malaysia. Sejak Corona, dua tahun lebih kami terpisah. Sekarang ada kabar gembira, tapi seperti dipermainkan saja,” ujarnya yang enggan disebut nama kepada Lendoot.com. (msa)