Suasana listrik padam di Karimun. (dok lendoot)

Karimun, Lendoot.com – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Kabupaten Karimun, semakin tak beraturan dan tak lagi sesuai jadwal yang diumumkan.

Atas kondisi ini sejumlah pelanggan PLN ULP Karimun mengeluh. Banyaknya ketidaksesuaian jadwal tersebut membuat situasi masyarakat juga tak menentu.

“Di jadwal yang kami terima, waktu pemadamannya itu pukul 21.00 – 24.00 WIB. Tapi kenyataannya kemarin, hingga pukul 01.00 WIB dinihari, listrik baru menyala, banyak tak betulnya PLN ni,” tutur Wahyu Seorang Warga Bukit Senang Karimun.

Sebelumnya pihak ULP PLN Karimun sempat mengumumkan jadwal dan estimasi waktu pemadaman di media sosial. Sayangnya, jadwal yang diumumkan banyak yang tidak sesuai kenyataannya.

Seorang warga Kelurahan Meral , Amir mengatakan bahwa di daerah rumahnya justru listrik tidak dipadamkan sesuai jadwal.

“Saya lihat di media sosial katanya wilayah meral kota hari Sabtu akan terjadi pemadaman pada pukul 18.00 – 21.00 WIB, tapi malah tidak ada pemadaman,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, manager PT PLN ULP Karimun Hendrico menjelaskan, bahwa   pemadaman listrik terjadi ketika pemakaian melebihi daya beban yang dimiliki oleh pembangkit listrik milik PLN.

“Saat ini kapasistas daya listrik PLN Karimun 25MW dikarenakan 1 mesin PLTU masih dalam kondisi rusak dan sedang dalam perbaikan, nah jika kondisi beban puncak pukul 18.00 WIB sampai pukul 24.00 WIB masih di bawah 25MW, kita tidak akan melakukan pemadaman pada hari itu” ungkapnya kepada wartawan.

Hendrico juga menjelaskan, pada kondisi cuaca tertentu penggunaan listrik di malam hari cenderung bisa meningkat dan bisa stabil.

“Kenapa kami padamkan listrik bergiliran di waktu malam karena memang penggunaan listrik ini puncaknya terjadi pada saat malam hari, sementara siang hari itu kondisinya stabil dan masih mampu tercover” tambahnya.

Jadwal pemadaman yang dibuat perhari menurut Hendrico tujuannya untuk  memastikan kondisi pemakaian pada hari tersebut apakah tercover oleh mesin pembangkit atau tidak.

“Kami sengaja mengeluarkan jadwal perhari, tidak langsung untuk 3 hari, 5 hari atau seminggu, tujuannya adalah jika kondisi beban puncak pada hari ini stabil, makan giliran pemadaman pada hari ini akan kami alihkan untuk besok hari jika besok kondisi beban puncak tidak tercover oleh mesin pembangkit” tegasnya.

“Sebagai contoh jumat malam kemarin, pertama pada pukul 18.00 wib, kita padamkan 20 trafo terlebih dahulu,  ternyata pemakaian masyarakat semakin naik akhirnya kita tambahkan lagi pemadaman 14 unit trafo lagi pada pukul 20.00 Wib sampai pemakaian stabil” katanya.

Ia menambahkan, Pada pukul 21.00 pihaknya sudah mulai melakukan penormalan pada lokasi yang dilakukan pemadaman pertama di pukul 18.00 WIb tadi dengan mengganti lokasi trafo yg lain.

“untuk petugas yang dilapangan itu ada 4 tim yang melakukan eksekusi memadamkan dan menyalakan trafo ini sambil berkoordinasi dengan Piket di Pembangkit.”

“Untuk melakukan eksekusi 1 trafo dan perjalanan menuju masing2 lokasi membutuhkan waktu kurang lebih 5 menit dengan tetap memperhatikan keselamatan petugas dalam melaksanakan pekerjaan” imbuhnya.

Hendrico mengaku memang pada saat menghidupkan listrik di rumah-rumah dilakukan bertahap, mengingat kondisi mesin tersebut.

“Sistem listrik di sini masih manual, jadi ketika menghidupkan kembali listrik di rumah-rumah masyarakat yang mengalami pemadaman itu kami tidak bisa sekaligus nyalakan semuanya.”

”Kami nyalakan beberapa travo terlebih dahulu, kemudian melihat kondisi bebannya, kalau masih tercover beberapa menit kemudian kami lanjutkan kembali menghidupkan beberapa travo” tuturnya. (msa)