Bintan, Lendoot.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) memilih Bupati Bintan Roby Kurniawan bersama sembilan kepala daerah dan wali kota se-Indoensia untuk mengikuti Economic Leadership for Regional Goverment Leaders (REL).
Kegiatan yang diselenggarakan Bank Indonesia Institute bersama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Dalam Negeri RI (BPSDM Kemendagri) digelar di Gedung BI Kebon Sirih, Jakarta.
Roby sempat mencatat beberapa poin yang disampaikan para narasumber maupun hasil diskusi bersama Kepala Daerah lainnya. Hal utama yang menjadi isu diskusi terkait inflasi serta tingkat ekonomi di Daerah.
“Sinergitas Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Daerah harus semakin diperkuat. Pelemahan ekonomi dunia saat ini jangan sampai menjadi sebab Indonesia juga lemah, pertumbuhan ekonomi kita sudah menunjukkan angka yang sangat baik,” ungkap Kepala BPSDM Kemendagri, Sugeng Hariyono saat pembukaan seperti rilis yang disampaikan mcbintan kepada media ini, Kamis (31/8/2023).
Di hari kedua, Roby bersama kepala daerah lainnya dikelompokkan dalam satu kelompok dengan Sumatera dan sempat mendiskusikan beberapa persoalan maupun inovasi di daerahnya masing-masing.
Roby menjelaskan banyak hal yang didapat dari sharing inovasi dan berbagi pengalaman. Terlihat Bupati/Wali Kota beserta Ketua DPRD masing-masing daerah melakukan analisis sekaligus upaya koloborasi antar daerah.
“Luar biasa tadi di sesi diskusi, kita berbagi pengalaman dan inovasi dalam rangka pertumbuhan ekonomi dan juga pengendalian inflasi. Ada sahabat-sahabat Kepala Daerah lain, banyak hal-hal yang menambah knowlegde dari sharing pengalaman,” ungkap Roby.
Roby mengakui bahwa Kabupaten Bintan sendiri saat ini sedang dalam progres yang prima menuju kebangkitan ekonomi maupun sektor lainnya. Tingkat perekonomian Bintan tahun 2022 lalu menjadi pertumbuhan ekonomi tertinggi di Kepri yang naik dari 4,21 persen dari 0,23 persen menjadi 4,44 persen.
Sementara di tahun 2023 ini tingkat pertumbuhan ekonomi Bintan diperkirakan akan mengalami peningkatan seiring dengan laju pertumbuhan di sektor industri, pariwisata maupun UMKM (usaha mikri kecil menengah). (amr)




