Wakil Walikota Batam Amsakar Ahmad (tengah) saat menerima kunjungan Anggota DPR-RI, siang tadi. (foto humaspemko)

 Batam, Lendoot.com – Resesi ekonomi pada 2023 menjadi ancaman semua pemerintah daerah di Indonesia. Termasuk Pemerintah Kota Batam.

Hanya saja, Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad tetap optimistis bahwa Kota Batam akan terhindar dari ancaman resesi ekonomi pada 2023 mendatang.

Ini disampaikannya saat menerima kunjungan kerja (Kunker) Komisi IX DPR RI dan BPJS Ketenagakerjaan di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (17/11/2022).

Saat kunjungan kerja itu, selain soal ketenagakerjaan, juga dibahas ancaman resesi ekonomi pada Tahun 2023.

Anggota Komisi IX DPR RI, Ihsan Yunus, menyampaikan situasi yang bakal dihadapi ke depan. Ia menekankan bagaimana sikap pemangku kepentingan, dalam hal ini Pemko Batam untuk menghadapi resesi 2023.

“Dampaknya pasti akan punya pengaruh signifikan. Pengangguran dan investasi yang tidak memenuhi target. Harus detail bagaimana menghadapai 2023,” katanya.

Menanggapi itu, Amsakar menyampaikan, untuk Batam bayangan resesi relatif dapat terkendali. Ia menegaskan bahwa resesi ekonomi 2023 akan jauh dari Batam.

“Ada 4 faktor kenapa saya katakan bahwa resesi ekonomi 2023 akan jauh dari Batam,” tegas Amsakar.

 Ia menjabarkan bahwa Batam kecenderungan pertumbuhan ekonomi menggeliat. Bahkan pada saat pandemi Covid-19, Batam mampu bangkit dan terbukti ekonomi Batam tumbuh 4,75 persen.

“Batam salah satu daerah yang eksis dan bertahan di situasi pandemi,” jelas Amsakar.

Kemudian, saat ini Batam menjalankan tiga kawasan ekonomi khusus (KEK) sesuai ditetapkan pada 2021 silam.

“Bahkan saat ini dalam tahap pengembangan KEK Kesehatan,” tambahnya.

Selain itu, untuk tenaga kerja pihaknya terus berkoordinasi dengan investor untuk terus membuka lowongan kerja. Belum lama ini, dibuka 1.880 lowongan dari 32 perusahaan dalam Job Fair Batam 2022.

“Gambaran resesi ekonomi 2023 akan jauh, bahkan soal antara pengangguran atau PHK relatif terkendali, sekitar 500an setiap tahun tapi kesempatan kerja terus dibuka,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa yang dihadapi persoalan pengangguran yakni derasnya arus migrasi warga tiap tahunnya ke Batam.

“Warga yang datang, merupakan usia pencari kerja yang sebagian besar non skill,” katanya.

Untuk diketahui, kunker Komisi IX ini dipimpin langsung Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Kurniasih Mufidayati dan diikuti 12 anggota lainnya dan sejumlah asosiasi tenaga kerja di Batam. Di kesempatan itu juga dilakukan penyerahan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan.(*/ddh)