Sejumlah warga sedang melaporkan perkara Karhutla di Mapolres Karimun didampingi kuasa hukum, belum lama ini. (ist)

Belasan warga di Kecamatan Kundur Utara yang perkebunan karetnya habis terbakar oleh orang tak bertanggungjawab setidaknya menyisakan cerita menyedihkan. Pasalnya, harapan sumber ekonomi keluarga satu-satunya di masa pandemi Covid-19 ini, kini sudah tak lagi dapat diandalkan.

“Karena kebakaran itu, kebun karet kami habis, lesap. Itulah mata pencaharian kami satu-satunya yang dapat kami andalkan. Raye (Lebaran Idul Fitri, red) dah dekat pula,” ujar seorang warga yang kebun karetnya tak tersisa karena terbakar, Jumat pekan lalu itu.

Kalau tidak pandemi Covid-19, timpal warga lainnya, beberapa dari mereka menyebut masih menjemput rezeki dengan berangkat bekerja bangunan di Malaysia.

“Biasanya kalau sedang tak ada karet, misalnya harga karet lagi tak bagus atau jatuh, kami berangkat ke Malaysia, kerja bangunan. Tapi karena covid ini, kami tak bise masuk Malaysia lagi,” timpal warga lainnya.

Atas kejadian itu, RT 15 RW 04 Kelurahan Tanjung Berlian Kundur Utara itu mengaku mengalami kerugian yang cukup besar. Atas kebakaran tersebut, puluhan warga sekitar yang habis terbakar tidak lagi dapat memberikan manfaat ekonomi warganya.

Pemilik kebun karet di Kundur Utara khususnya, juga bukan pemilik kebun yang berkemakmuran. Pasalnya, harga karet yang tidak menentu membuat warga tidak bisa disebut sejahtera, bahkan bisa disebut dapat lelahnya saja.

“Kalau harga lagi bagus, makin baguslah bang rezeki kami. Tapi kalau harga dia sedang jatuh, memang cuma dapat capeknya saja. Cuma dapat buat dapur berasap saja sudah syukur,” ujar Iman warga lainnya.

Sebelum kasus ini ditangani pihak kepolisian, pihak warga menggelar pertemuan antarwarga yang dirugikan dengan aparat pemerintahan setempat. Termasuk pihak kelurahan dan kecamatan. Bahkan, warga terduga pembakar lahan juga hadir dalam pertemuan kekeluargaan tersebut.

Terduga tak mengakui perbuatannya, akhirnya warga melaporkan ke kepolisian. Warga berharap, perkara itu dapat terungkap setelah pihaknya membuat laporan terkait Karhutla tersebut. Sehingga, warga dapat mengetahui dengan jelas pihak ang bertanggungjawab atas kebakaran lahan yang menyisakan kisah kesedihan banyak warga itu. (msa)