Bupati Karimun Aunur Rafiq. (ist)

Karimun, Lendoot.com – Angka penyebaran Covid-19 di Kabupaten Karimun terus alami penurunan dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Tercatat, saat ini kasus positif aktif di Karimun tinggal 117 orang.

Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, penurunan angka positif Covid-19 terjadi dalam satu bulan terakhir dengan jumlah penurunan mencapai 400 kasus.

Menurutnya, lonjakan kasus tertinggi positif Covid-19 di Karimun terjadi pada 11 Agustus 2021 dengan angka mencapai 540 kasus.

Namun, jumlah itu semakin hari semakin alami penurunan, hingga 3 Agustus tercatat hanya meninggalkan 117 kasus positif aktif.

“Alhamdulillah, Karimun terus alami penurunan kasus Covid-19. Awal Agustus kita hampir menyentuh 600 pasien dan per hari ini tinggal 117 pasien,” kata Rafiq, Senin (6/9/2021).

Ia menyebutkan, kondisi itu membuat Kabupaten Karimun saat ini telah berstatus zona kuning, setelah sempqt beberapa waktu naik ke zona merah.

“Setelah dalam sebulan ini sempat berstatus zona oranye dan merah. Alhamdulillah, per hari ini kita kembali berstatus zona kuning,” katanya.

Rafiq menjelaskan, saat ini pasien positif aktif yang sedang menjalankan perawatqn intensif di Rumah Sakit Rujukan Covid-19 ialah sebanyak 39 orang. Sementara selebihnya, menjalani isolasi terpusat di lokasi Karantina Terpusat dan Isolasi Mandiri.

“Tinggal 39 orang yang jalani perawatan intensif, selebihnya ada yang menjalani isoman dan juga isolasi terpusat,” katanya.

Bupati menilai, penurunan angka penyebaran Covid-19 ini tidak lepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kedisiplinan mematuhi protokol kesehatan.

Selanjutnya, apabila ini terus berkelanjutan, maka dirinya optimis kondisi Kabupaten Karimun akan kembali normal menyusul menurunnya status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Karimun menjadi level 2.

“Apabila masyarakat dapat terus mematuhi protokol kesehatan. Insya allah, kita optimis Karimun yang saat ini PPKM level 3 bisa turun ke level 2,” jelasnya.

Bahkan, Rafiq mengatakan akan membuka akses perekonomian masyarakat dan juga membuka sekolah di Karimun untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka.

“Khusus PTM tersebut akan kembali dilaksanakan apabila target capaian vaksinasi bagi pelajar tercapai,” katanya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terlalu euforia berlebihan dan tetap mematuhi protokol kesehatan, sehingga tidqk lqhi terjadi kenaikan kasus Covid-19.

“Kemudian, saya imbau jangan euforia berlebihan meskipun tren kasus Covid-19 kita menurun. Protokol kesehatan tetap, jangan sampai kita lalai dan membuat kasusnya naik lagi,” tambahnya. (rko)